Tinju Dunia

Cerita Daud Yordan, Petinju Indonesia Pertama yang Mencatatkan Tiga Gelar Juara Tinju Dunia

Ya step kesana sedang kami rintis, oleh manajemen saya, jadi kita berharap doa dan dukungan, insan dan praktisi tinju maupun masyarakat Indonesia.

Penulis: Zulkifli | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Kunjungan Juara Tinju Dunia Daud Yordan bersama Bupati Kayong Utara Citra Duani dan Kadisporapar Kalbar ke Kantor Tribun Pontianak, Sabtu (23/11/2019). 

PONTIANAK - Daud "Cino" Yordan sukses mengukir sejarah dengan menjadi petinju Indonesia pertama mencatatkan tiga gelar juara tinju dunia di tiga versi badan tinju berbeda.

Berikut wawancara eklusif reporter Tribun Pontianak saat Daud Yordan bertandang ke Kantor Tribun Pontianak Sabtu (23/11/2019).

Tribun : Seperti apa perasaan anda setelah tiba di Kalimantan Barat dengan menyandang tiga gelar juara dunia?

Daud : Saya sangat senang karena disambut pemerintah daerah dalam hal ini baik Provinsi maupun Kabupaten, serta masyarakat Kalimantan Barat, yang menyambut sangat antusias mulai tadi di bandara, hingga di Kota Pontianak, mungkin lusa saya bertolak ke Kabupaten saya, yang pastinya masyarakat juga melakukan hal yang sama.

Juara Tinju Dunia Daud Yordan akan Jumpa Presiden Jokowi di Istana Negara

Tribun : Bagaimana sambutan terhadap anda ?

Daud : Sangat luar biasa, saya sangat memberikan apresiasi sangat besar terhadap kepala daerah, dalam hal ini Gubernur, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata

Kalbar, yang begitu besar apresiasinya, sahabat baik saya bang Dedi, yang begitu peduli tanggap, cekatan dia sebagai orang olahraga yang begitu responsip, juga pak Bupati Kayong Utara, begitu responsip yang langsung mengerahkan jajaran pemerintahanya untuk hari Senin, menyambut saya.

Tribun :Ada yang bilang anda ini pahlawan olahraga bagi Kalbar. Apa pendapat anda ?

Daud : Saya kembalikan itu kembali kepada masyarakat, seperti apa menilainya, tapi paling tidak, menjadi inspirasi khususnya anak muda agar mengilhami, meniru apa yang saya lakukan setidaknya membanggakan diri sendiri, kalau bisa membanggakan daerah bisa lebih baik lagi.

Tribun - Sebenarnya sesulit apa saat melawan Michael Mokoena kemarin ?

Daud : Lumayan sulit karena sudah saya prediksi, kenapa? Dia tidak berani jual beli pukulan, karena dia tahu power yang dimiliki dia cukup rendah dibanding kemampuan saya, dia sudah berhitung dan yang pastinya dia sudah belajar banyak dari kekalahan saya dari petinju Afrika yang notabene menampilkan gaya yang sama.

Tribun : Banyak pengamat tinju yang berharap Anda bisa kembali menjadi juara di WBC. Apa pendapat Anda?

Daud : Ya saya rasakan semua divisi (badan tinju dunia red) sekarang ada banyak. Tidak hanya WBC, WBA, WBO, IBF, IBO, IBA, saya pikir banyak. Ya step kesana sedang kami rintis, oleh manajemen saya, jadi kita berharap doa dan dukungan, insan dan praktisi tinju maupun masyarakat Indonesia.

Tribun : Setelah ini apa rencana anda kedepan ?

Daud : Dalam satu bulan ini pastinya saya istirahat, sembari saya mengikuti beberapa kegiatan, yang akan dilaksanakan saya beserta tim. Jadi sambil menunggu itu, istirahat dikampung halaman dan melakukan aktivitas normal, layaknya kehidupan masyarakat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved