Puncak Perayaan Milad ke-107 Muhammadiyah di Kalbar Sekaligus Jalin Silaturahmi

Tasyakuran Muhammadiyah merupakan agenda akhir Milad Muhammadiyah, dimana rangkaian Milad sudah dimulai dari September lalu.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Ketua Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Kalbar, Dr Pabali Musa saat memberikan piagam penghargaan pada Penutupan Milad Ke-107 Muhammadiyah di Kalimantan Barat berjalan lancar yang digelar di Halaman Politeknik Aisyiyah Pontianak Senin (18/11/2019). 

PONTIANAK- Puncak perayaan dan Penutupan Milad Ke-107 Muhammadiyah di Kalimantan Barat berjalan lancar yang digelar di Halaman Politeknik Aisyiyah Pontianak Senin (18/11/2019).

Hadir didalam acara ini Pengurus daeran dan Cabang Muhammadiyah Se-Kalbar, serta Ortom dan Amal Usaha Muhammadiyah.

Ketua Panitia Milad Muhammadiyah kalimantan Barat, Teguh Hermawan mengatakan ini merupakan agenda akhir dari Milad Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Barat.

Selain penutupan serta pengumuman pemenang lomba.

Ia menjelaskan bahwa tasyakuran Muhammadiyah merupakan agenda akhir Milad Muhammadiyah, dimana rangkaian Milad sudah dimulai dari September lalu.

Bupati Jarot Ajak Muhammadiyah Perluas Dakwah Melalui Medsos

"Tasyakuran Muhammadiyah sendiri merupakan bentuk rasa syukur warga Muhammadiyah, atas terlaksananya kegiatan Milad dari awal hingga akhir," ujarnya.

Ia juga berterimakasih kepada semua pihak yang membantu kegiatan ini dari awal hingga akhir.

Ia menambahkan, dalam penutupan milad Muhammadiyah ini, terdapat pemberian penganugrahan Muhammadiyah awards.

Yaitu kepada tokoh-tokoh atau sesepuh yang memberikan kontribusi besar pada Muhammadiyah Kalbar.

"Hari ini juga digelar pelaksanaan Milad Nasional ke-107 Muhammadiyah yang dipusatkan di Jogja," ujarnya.

Untuk kegiatan lainnya juga sudah dilakukan bakti sosial seperti pengobatan secara gratis.

Kemudian pemeriksaan untuk penyakit kewanitaan yang diselenggarakan di Kabupaten Sambas.

Pada khususnya kegiatan ini dilakukan untuk mengikat tali silaturahim keluarga Muhammadiyah.

Secara umumnya ingin mengenalkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan yang membawa ajaran dari Nabi SAW.

"Harapannya sebagai warga Muhammadiyah ingin di kenal luas terutama di daerah dan Muhammadiyah bukan ajaran atau aliran tapi satu organisasi bahwa mengajarkan agama sesuai aturan atau ajaran nabi SAW," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved