Junaedi Kepala BPN Sintang Sehari Teken 500 Berkas

Menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Sintang, Junaedi setiap harinya harus menandatangani 500 berkas

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Kepala BPN Sintang, Junaedi 

SINTANG - Menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Sintang, Junaedi setiap harinya harus menandatangani 500 berkas permohonan dari masyarakat. Terbayang bukan, seberapa banyak tumpukan berkas permohonan yang harus diteken oleh Junaedi jika dia ada tugas keluar kota.

Seperti itulah rutinitas Junaedi setiap harinya saat pertama kali masuk ke kantor. Saban pagi, Junaedi harus menandatangani berkas yang menumpuk di meja kerjanya.

“Andai saja tidak masuk kantor karena kegiatan di luar kota, otomatis tinggal dikalikan saja berapa jumlahnya,” kata Junaedi.

Berkas permohonan masyarakat untuk memperoleh kepastian hukum atas tanah menumpuk setiap pagi di meda kerja Junaedi. Tingginya, hampir sebahu Junaedi ketika duduk.

Serahkan Berkas ke NasDem, Achmad Hardin Mantap Maju Jadi Balon Bupati Sambas

Mahrus Saman Terima Hairiah di DPC Nasdem Sambas, Hairiah Serahkan Berkas Pendaftaran Calon Bupati

Hairiah Serahkan Berkas Balon Bupati Sambas di Nasdem, PKB dan PAN

Ada beragam jenis pelayanan di Kantor lembaga pemerintah nonkementrian ini. Mulai dari permohonan pemecahan, balik nama peralihan hak dan masih banyak lagi jenis pelayanan.

“Layanan di sini banyak sekali. Permohonan pemecahan, misalnya itu kadang sampai 70 bidang tanah. Peralihan hak, itu juga sampai 60. Kan ada 13 notaris di Kabupaten Sintang,” ungkap Junaedi.

Karena sudah terbiasa dengan seabrek tumpukan berkas, Junaedi mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menandatangi ratusan berkas yang ada di meja kerjanya. “Tanda tangan ndak lama. Setiap saya masuk ruangan, langsung teken tandatangan belum disposisi surat,” jelasnya.

Meski sering mendapat sorotan dari masyarakat mengenai pelayanan BPN, Junaedi menegaskan akan terus membenahi pelayaan bidang pertanahan. “BPN itu dia bukan makan tidur, kerja keras, luas biasa capek,” tukasnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved