Pelanggaran Lalu Lintas di Ketapang Didominasi Karyawan Swasta, PNS dan Pelajar

Pengendara yang tidak menggunakan helm ganda, kelengkapan kendaraan seperti spion, dan surat menyurat kendaraan.

Pelanggaran Lalu Lintas di Ketapang Didominasi Karyawan Swasta, PNS dan Pelajar
TRIBUN PONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Satu diantara petugas dari Satlantas Polres Ketapang saat melaksanakan operasi zebra kapuas dibeberapa titik di Kota Ketapang. 

Pelanggaran Lalu Lintas di Ketapang Didominasi Karyawan Swasta, PNS dan Pelajar

KETAPANG - Sebanyak 2.125 kendaraan terjaring pada Ops Zebra Kapuas 2019 yang dimulai sejak 13 Oktober hingga 5 November kemarin oleh Satuan Lalu Lintas Polres Ketapang.

Diakui Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Aditya Octorio Putra, S.IK jumlah tersebut di domininasi oleh pelajar, PNS dan swasta.

"Ada 1.815 roda doa, roda empat dan selebihnya ada 310, jadi total yang ditilang 2.125," terang Aditya saat dikonfirmasi, Rabu (06/11/2019).

Baca: Sebanyak 2.125 Pengendara Dikenakan Sanksi Tilang Selama Ops Zebra Kapuas Polres Ketapang

Baca: Apresiasi Operasi Zebra Kapuas 2019, Ini Imbauan Anggota DPRD Sanggau

Selama 13 hari pelaksanaan Ops Zebra Kapuas, dikatakan Aditya pihaknya memusatkan razia dibeberapa titik diantaranya di Bundaran Agoesdjam tepatnya digedung Golkar, di Pos Lantas Ale-Ale, di depan Mapolres Ketapang serta di Gedung Pancasila.

Pelanggaran yang sering di ditemui pada kegaiatan Ops Zebra Kapuas 2019 ini ialah pengendara yang tidak menggunakan helm ganda, kelengkapan kendaraan seperti spion, dan surat menyurat kendaraan.

"Untuk profesi yang banyak ditilang mayoritas pekerja swasta dengan total pelanggar 1.273 tilang, pelajar 416 tilang, PNS 261 tilang, Pekerja BUMN 112 tilang, tidak bekerja sebanyak 63 tilang," jelasnya

Ia pun mengimbau, agar seluruh masyarakat berlalu lintas dengan tertib, baik dengan mematuhi peraturan lalu lintas maupun melengkapi surat menyurat dan kelengkapan kendaraan.

Terlebih dari hasil ops ini terlihat masih banyak masyarakat ketapang belum tertib.

"Yang terpenting menanamkan kesadaran pada diri mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, jangan sampai mematuhi aturan hanya saat ada razia, karena ops zebra merupakan warning agar masyarakat selalu mematuhi aturan yang ada," tegasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved