PKB Target Menang Pilkada Dua Daerah, Pengamat: Buktikan Dengan Program

Pengamat Politik FISIP Untan, Yulius Yohanes menilai jika PKB ingin menang di pilkada tentu harus dibuktikan dengan program-program

PKB Target Menang Pilkada Dua Daerah, Pengamat: Buktikan Dengan Program
TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Sekretaris Jenderal Dayak International Organization (DIO) Dr Yulius Yohanes, M.Si. 

PKB Target Menang Pilkada Dua Daerah, Pengamat: Buktikan Dengan Program

PONTIANAK - Pengamat Politik FISIP Untan, Yulius Yohanes menilai jika PKB ingin menang di pilkada tentu harus dibuktikan dengan program-program.

Berikut penuturannya.

Dalam kontestasi politik pilkada serentak 2020 yang akan datang tentu setiap partai politik akan selalu menggunakan momen pilkada serentak ini dengan maksimal tidak terkecuali PKB, tentu untuk mengimplementasikan program partai agar mendapat dukungan dan simpati masyarakat.

Persoalannya apakah program partai sudah berpihak ke masyarakat apa belum, lalu apakah program partai tersebut sudah di jalankan dan di implementasikan ke masyarakat sebagai pemberi mandat untuk menjalankan amanah ditingkat lembaga yang diprogramkan partai.

Dan ketika partai menargetkan kader mencalonkan diri sebagai kepala daerah di dua wilayah yakni Sambas dan Sintang terkait dengan sumbangan suara untuk PKB yang signifikan, sesuatu hal yang logis dan wajar karena harapannya ketika dapat memenangkan pilkada ke dua wilayah tersebut tentu ini akan berpengaruh dalam keberlangsungan hidup partai kedepan.

Tentu hal itu tidak mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi kemenangan sebuah partai ketika bertarung di sebuah kompetesi pilkada tidak hanya potensial, popularitas dan elektabilitas tetapi banyak faktor yang harus dihitung dan di pertimbangkan baik secara sosiologis maupun terkait faktor psikologis suatu wilayah.

Misalnya bagaimana seorang calon kepala daerah yang diusung PKB harus bisa memahami suatu wilayah dari sisi karakter dan sosial kultural masyarakat di wilayah pemilihan dan bagaimana mengemas dan merangkul serta melibatkan secara langsung masyarakat dalam setiap program yang disusun baik dari perencanaan sampai pelsksanaan.

Artinya, PKB apakah selama ini dalam mengemas program partai dari tingkat ranting dan bukan mengatasnamakan rakyat saja ini yang harus di intropeksi PKB.

Saya menilai partai politik yang ada sebagai perpanjangan tangan dari masyarakat, PKB jangan memaksakan diri untuk mematok bahwa target kedepan PKB harus menentukan pilihan untuk mengunci target sebagai kepala daerah di dua wilayah yakni Sambas dan Sintang, walaupun suara pemilih untuk PKB di wilayah itu signigikan dan itu terlalu dini dan seharusnya PKB harus melakukan survei baik secara internal maupun ekternal apakah PKB sudah pas untuk mengusung sendiri calon sebagai kepala daerah di dua wilayah tersebut bahkan di wilayah lain d Kalbar yg serentak pilkada kali ini.

Selain itu secara psikologis saya melihat kematangan kader dalam merespon secara terbuka dan langsung terhadap keluhan dan aspirasi masyarakat di kalangan kader partai tidak saja di PKB tapi pada partai-partai lain masih sangat lemah bahkan terabaikan karna mereka hanya mementingkan partai artinya secara psikologis kader partai hanya segelintir orang yang tingkat kepekaannya masih konsisten dengan masyarakat publik sebagai pemilih.

Saya berharap kedepan PKB sebagai partai politik nasional harus bisa menetapkan dan memetakan berbagai pertimbangkan yang rasional dan objektif terkait target calon di suatu wilayah pemilihan pilkada serentak 2020 kedepan di Kalbar, supaya PKB bisa mendapat panggung yang presentasi dan dapat membangun citra partai ke depan lebih baik lagi sehingga dapat eksis meskipun hanya sebagai pendukung paslon lain di luar partai ini lebih terhormat ketika memaksakan kader partai yang tidak memenuhi unsur yang di inginkan masyarakat.

Dan tentunya PKB dapat mengajarkan pendidikan politik yang baik terbuka responsif dan demokrasi sebagai partai yang modern yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved