Isi Tabligh Akbar Hari Santri di Sintang, Tuan Guru Bajang Kagum dengan Bupati Jarot Winarno

Saya selalu kagum pada orang yang sabar berproses. Berproses adalah bagian sunnatullah

Isi Tabligh Akbar Hari Santri di Sintang, Tuan Guru Bajang Kagum dengan Bupati Jarot Winarno
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) berfoto bersama dengan Bupati Sintang, Jarot Winarno.  

Isi Tabligh Akbar Hari Santri di Sintang, Tuan Guru Bajang Kagum dengan Bupati Jarot Winarno

SINTANG - Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) kagum dengan sosok Bupati Sintang, Jarot Winarno. 

Kekagumannya dengan Jarot diunggah langsung di akun Facebook yang terverifikasi Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi,  Selasa (5/11/2019) malam. 

TGB pada Minggu lalu mengisi acara Tabligh Akbar Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Modern Al-Iman, Kecmatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang. 

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode ini diundang oleh oleh Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sintang sebagai Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia untuk mengisi tausiah. 

Sebelum mengisi tausiah, TGB dan Bupati Sintang, Jarot Winarno berdiskusi santai di malam ramah tamah dan silaturahmi di Pendopo Bupati. 

"Diskusi santai dengan Bapak Bupati Sintang Kalbar dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PhD., usai ramah tamah bersama Forkopimda," tulis TGB di akun Facebooknya. 

Anugerah penghargaan Kihajar sebagai kepala daerah berprestasi di dalam memajukan pendidikan di daerahnya melalui peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini juga menceritakan sosok Jarot Winarno. Mulai dari kelahiran, lulusan, hingga penghargaan yang diperoleh oleh Jarot. 

Baca: Pengurus NU Ketapang Periode 2019-2024 Dilantik, Langsung Laksanakan Mukercab

Baca: Apresiasi Operasi Zebra Kapuas 2019, Ini Imbauan Anggota DPRD Sanggau

 "Pak Jarot asal Klaten. Alumni FKUI 78, sempat mengabdi di NTB tahun 1985. Sosok yang merangkak dari bawah. Pernah menjadi dokter puskesmas teladan tingkat nasional tahun 1998.  Saya selalu kagum pada orang yang sabar berproses. Berproses adalah bagian sunnatullah. Selalu ada pelajaran berharga dalam tiap proses," tulis TGB. 

Diakhir postinganya TGB juga menyebut sosok guru yang memberikannya wasiat. Dia adalah Maulana Syekh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid. 

Wasiat itu tentang  keyakinan, ikhlas, sabar, dan istiqamah. 

"Istiqamah adalah konsistensi. Selalu berbuat baik. Dalam keadaan dan situasi apapun. Al-istiqamah khairun min alfi karoomah, kata ulama. Konsistensi itu lebih baik dibanding seribu karamah," tulis TGB. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved