Dishanpang Hortikan Sanggau Gencarkan Pertanian Organik

H John Hendri menyampaikan bahwa mempromosikan pertanian organik masih diperlukan

Dishanpang Hortikan Sanggau Gencarkan Pertanian Organik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Hortikan Sanggau H Jhon Hendri 

Dishanpang Hortikan Sanggau Gencarkan Pertanian Organik

SANGGAU - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H John Hendri menyampaikan bahwa mempromosikan pertanian organik masih diperlukan, karena hal ini sebagai sebuah solusi pertanian berkelanjutan khususnya pada petani.

"Dan ini sudah kita lakukan. Kita ajarkan bagaimana penanganan hama dan penyakit tidak hanya melalui pestisida sintetik. Begitu pun dengan pupuk yang bisa disiapkan sendiri yang lebih murah dan terjangkau, sekaligus sehat bagi ekosistem pertanian,”katanya, Senin (4/11/2019).

Hendri mengatakan, tanaman yang dikelola secara organik biasanya lebih tahan hama penyakit. Hal itu terkait dengan kesuburan tanaman yang tumbuh ditanah yang sehat.

Baca: 437 Orang Jumlah Tahanan di Rutan Sanggau, Ini Rincianya

Baca: Unit Pengelola Pupuk Organik Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan

Baca: Duta Pertanian Kalbar Ikuti Pertamina Eco Camp 2019, Arief Ungkap Hal Ini

“Kalau tanah subur maka tanaman akan jauh lebih bagus tumbuhnya. Tanaman lebih akan tahan hama. Kalau tanah itu menjadi subur karena penambahan bahan organik, kita asumsikan tanaman diatasnya akan mendapat unsur hara yang lebih bagus,”ujarnya.

Sebaliknya, jika tanah mengandung banyak bahan sintetik maka mikroorganisme dalam tanah tidak berkembang. Padahal mikroorganisme berfungsi penting menjaga keseimbangan ekosistem.

“Mikroorganisme bisa sebagai biodekomporser. Ada juga yang sifatnya antagonis bisa mengendalikan penyakit, tetapi tidak bisa berkembang karena penggunaan bahan kimia,”ujarnya.

Hendri menambahkan, Pemkab Sanggau melalui DisHangpang Hortikan sudah mulai menerapkan pertanian organik. Pemkab Sanggaupun telah menetapkan tiga kecamatan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sanggau sebagai lokasi pengembangan padi organik yang didukung oleh Food and Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia di Indonesia. "Tiga Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kembayan, Sekayam dan Entikong, "pungkasnya. (hen).

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Sanggau, Yuvenalis Krismono mendukung dengan langkah Dishanpang Hortikan Sanggau yang menggencarkan pertanian organik. Terlebih juga sudah ditetapkan tiga Kecamatan yang didukung FAO sebagai lokasi pengembangan padi organik.

"Kita menyambut baik langkah dari Dishanpang Hortikan ini, karena katanya juga tanaman organik ini biasanya lebih tahan hama, "katanya.

Politisi Partai Nasdem Sanggau itu menambahkan, tanaman organik juga sehat bagi ekosistem pertanian. Jadi memang sebaiknya agar lebih banyak lagi petani kita yang menerapkan tanaman sistem organik ini.

"Karena ada kemudahan-kemudahan juga bagi petani. Kemudian pupuk yang bisa disiapkan sendiri yang lebih murah dan terjangkau, "ujarnya.

Selain itu, Mono sapaan akrabnya berharap agar Dishanpang Hortikan Sanggau serius untuk memfasilitasi masyarakat atau petani dalam menerapkan tanaman organik.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved