Bawaslu Awasi Pilkada 2020 Berbasis Kebudayaan
Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Hulu Mustaan menyatakan, dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu tahun 2020
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Madrosid
Bawaslu Awasi Pilkada 2020 Berbasis Kebudayaan
KAPUAS HULU - Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Hulu Mustaan menyatakan, dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu tahun 2020, akan melakukan pengawasan partisipatif berbasis kebudayaan.
"Dalam hal tersebut, kami akan tentu melibatkan berbagai elemen masyarakat termasuk komunitas kesukuan. Kami memang terbatas sumber daya manusia. Maka dibutuhkan dukungan masyarakat dalam jumlah yang banyak," ujarnya kepada wartawan, Senin (4/11/2019).
Mustaan berkeyakinan, masyarakat Kapuas Hulu tidak akan mudah terpengaruh dengan isu-isu Sara, dalam Pilkada 2020 nantinya. "Kita ketahui bersama bahwa, Kapuas Hulu adalah salah satu percontohan masyarakat yang multi etnis tidak mudah terprovokasi," ucapnya.
Dengan ini diharapkan, pelaksanaan Pilkada di Kapuas Hulu harus dapat berjalan dengan baik dan aman, bahkan diharapkan nihil pelanggaran.
Baca: KPU Buka Pendaftaran Lomba Sayembara Desain Maskot Pilkada 2020
Baca: Catat Jadwal Pelaksanaan Pilkades Serentak se-Kapuas Hulu
"Potensi pelanggaran termasuk isu sara tetap ada, maka dari itu kami melibatkan aktor-aktor komunitas kesukuan, sehingga potensi sara bisa tereliminir dan bahkan nihil," ujarnya.
Kedepannya, tambah Mustaan, kalau dirinya telah memprioritas pengawasan yang mengedepankan kebudayaan.
"Dari sisi kebudayaan tersebut, ada nilai-nilai yang bisa didorong, supaya pemilih tidak melakukan pelanggaran pada proses pemilu, pemilih juga memeiliki rasa yang kuat untuk mengkampanyekan partisipasi dalam rangka Pemilu 2020," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bawaslu-mustaan.jpg)