Pelanggaran Operasi Zebra Kapuas di Sambas Didominasi Kendaraan Roda Dua

Delapan prioritas tersebut menjadi perhatian kita dalam operasi zebra kapuas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAwan Gunawan
Satlantas Polres Sambas saat melaksanakan Operasi Zebra Kapuas, di Pos Lantas Kota Sambas.   

Pelanggaran Operasi Zebra Kapuas di Sambas Didominasi Kendaraan Roda Dua

SAMBAS - Kasat Lantas Polres Sambas, AKP Andhika Yudis­tira Maeyasa Dezchy, mengatakan, pelaksanaan kegiatan Operasi Zebra Kapuas, di Kabupaten Sambas di dominasi oleh  pelanggaran kendaraan roda dua.

Salah satu pelanggaran yang paling banyak adalah pengendara yang tidak melengkapi surat kendaraan.

"Sejauh ini kita mendapati pelanggar lalu lintas paling banyak didominasi oleh kendaraan roda dua, bentuk pelanggarannya yaitu tidak menggunakan helm SNI dan surat surat kendaraan yang tidak lengkap," ujarnya, Minggu (3/11/2019).

Baca: Menyukai Dunia Anak, Ini Penjelasan Li Linda

Baca: Diduga Cabuli Siswinya, Oknum Kepala SDN di Kapuas Hulu Diancam 15 Tahun Penjara

Sedangkan pelanggaran lainnya yang cukup banyak adalah pengendara roda empat yang banyak tidak menggunakan safety belt.

"Bentuk pelanggaran lainnya, cukup banyak pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safetybelt saat berkendara, kesadaran menggunakan safetybelt ini mesti ditingkatkan, demi menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain," katanya.

Untuk diketahui, Operasi Zebra Kapuas sendiri berlangsung selama dua Minggu. Dan akan berakhir pada 5 November mendatang.

Baca: Puluhan Orang Terjaring Razia di Sintang, Seorang Pria Bersama Dua Wanita di Kamar

Pada operasi kali ini, terdapat delapan item yang menjadi prioritas dari operasi tersebut.

"Ada delapan hal atau bentuk pelanggaran yang menjadi prioritas selama operasi zebra kapuas yang dimulai sejak  23 Oktober hingga 5 November ini," ungkapnya.

Kedelapan item tersebut diantaranya adalah pelanggaran yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara dibawah umur, tidak menggunakan safety belt, pengendara dibawah pengaruh alkohol, lalu dengan batas kecepatan yang melebihi dan yang menggunakan strobo atau lampu rotator.

"Delapan prioritas tersebut menjadi perhatian kita dalam operasi zebra kapuas, guna menekan tingginya angka kecelakaan dengan fatalitas yang tinggi selama ini," tuturnya.

Oleh karenanya, ia meminta agar masyarakat bisa taat dalam berlalulintas. Hal ini penting kata dia, untuk keselamatan pengguna kendaraan serta orang lain.

"Karenanya kira himbau seluruh masyarakat sambas agar melengkapi seluruh surat surat kendaraan, lengkapi kelengkapan kendaraan dalam berkendara, seperti spion, helm, gunakan safetybelt, jangan ngebut, dan mematuhi segala aturan serta jangan takut pada pemeriksaan," tutupnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved