Tim Sepak Takraw dari Sungai Kunyit Ikuti Kejuaraan di Serawak

Kejuaraan takraw bertajuk Kejuaraan Kejohanan Sepak Takrawa Terbuka Novis Piala Mypham 25 di Serawak Malaysia, 1-3 November.

Tim Sepak Takraw dari Sungai Kunyit Ikuti Kejuaraan di Serawak
TRIBUNPONTIANAK/Try Julainsyah
Tim Sepak Takraw Tunas Muda saat Berfoto bersama pihak Sekolah sebelum menghadapi kejuaraan di Serawak. 

Tim Sepak Takraw dari Sungai Kunyit Ikuti Kejuaraan di Serawak

MEMPAWAH - Klub Sepak Takraw Tunas Muda asal kecamatan sungai kunyit diundang ikut serta pada kejuaraan takraw bertajuk Kejuaraan Kejohanan Sepak Takrawa Terbuka Novis Piala Mypham 25 di Serawak Malaysia, 1-3 November.

Asisten pelatih Tunas Muda, Hendri susilo mengatakan kejuaraan tersebut akan diikuti 64 klub.

"Pesertanya rata-rata klub dari Serawak, kita ikut serta karena diundang oleh mereka. Totak pesrrta 64 tim dan akan menggunakan sistem gugur," ujarnya, Sabtu (2/11/2019). 

Baca: Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-59, Kejari Bersama Rutan Sanggau Gelar Turnamen Sepak Takraw

Baca: Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia Kalbar Tes Fisik Atlet Pra PON

Ia mengatakan hampir semua anggota tim masih pelajar dan bersekolah di SMK N 1 Sungai Kunyit.

Dimana pembinaan atlet ini diakuinya sudah dilakukan sejak atlet masih duduk di bangku SMP.

"Mereka ini sudah kita bina dari SMP, pengalaman mereka juga sudah ada baik di level lokal maupun nasional. Untuk di level internasional ini baru kali pertama, dan persipaan kita sudah cukup matang," katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui peta kekuatan tim lawan, namun akan berusaha memberikan yang terbaik.

"Kita memang tidak mengetahui kekuatan lawan nanti, tapi kami akan berusaha memberikan yang terbaik, untuk Mempawah, Kalbar dan Indoensia," tuturnya.

Sementara itu satu diantara atlet Tunas Muda, Aldy Nurhidayat mengaku sebelum bernagkat ke Serawak tim sudah berlatih cukup keras.

"Kami berlatih full selama dua minggu tanpa henti untuk menghadapi kejuaraan ini, tentu keinginan kami yang terbaik," katanya.

Kendati baru kali pertama mengikuti kejuaraan internasional ia mengaku cukup banyak pelajaran yang diberikan senior mereka di klub.

Sehingga menurutnya untuk menjadi juara di kejuaraan tersebut bukanlah hal yang msutahil.

"Kami tim junior memang belum pernah keluar negeri tapi tik senior sudah pertama dulu. Regenerasi di klub cukup baik dan kami banyak belajar dari senior kami untuk menghadapi berbagai kejuaraan," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved