MotoGP

Sistem Keamanan MotoGP Malaysia 2019 Buruk, Enam Tim Jadi Korban Kemalingan

Dilaporkan, tercatat sebanyak enam tim balap yang akan tampil dalam seri MotoGP Malaysia mengalami nasib nahas perlengkapan mereka dibobol maling.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Muhammad Firdaus
IST
Sistem Keamanan MotoGP Malaysia 2019 Buruk, Enam Tim Jadi Korban Kemalingan 

Sistem Keamanan MotoGP Malaysia 2019 Buruk, Enam Tim Jadi Korban Kemalingan

Insiden kurang mengenakkan terjadi jelang balapan MotoGP Malaysia 2019 yang akan digelar, Minggu (03/11/2019) siang.

Peristiwa kemalingan dialami banyak tim diduga karena keamanan yang buruk di Sirkuit Sepang, Malaysia tersebut.

Dilaporkan, tercatat sebanyak enam tim balap yang akan tampil dalam seri MotoGP Malaysia mengalami nasib nahas perlengkapan mereka dibobol maling.

Adapun enam tim tersebut, yakni Gaviota Angel Nieto (Moto3 dan Moto2), BOE Skull Rider Mugen Race (Moto3), CIP Green Power (Moto3), Reale Avintia Arizona 77 (Moto3), Red Bull KTM Ajo (Moto3).

Posisi garasi keenam tim itu memang lebih rawan karena tidak kebagian ruang paddock dan hanya berupa tenda yang ditempatkan di dekat area parkir mobil P1.

Manager Tim Angel Nieto, Gino Borsoi, mengaku bahwa timnya kehilangan banyak barang berharga akibat peristiwa pencurian tersebut.

"Kami kehilangan paket shock absorber Moto3, kaliper dan cakram rem, komputer, perkakas, pemanas, per garpu, dan shock absorber belakang," kata Borsoi, dilansir dari AS.

"Sebuah kerugian yang besar, kami mengharapkan respons dari pengelola sirkuit, sesuatu yang sudah kami bicarakan dengan IRTA (asosiasi tim balap MotoGP)."

Borsoi menambahkan bahwa tiga tahun yang lalu tim Angel Nieto mengalami kejadian serupa ketika tiga komputer mereka dibawa lari oleh maling.

Beruntung bagi tim yang semula bernama Aspar itu, mereka mendapat bantuan dari rivalnya, SKY Racing VR46, yang memberikan dua paket lengkap shock absorber Moto3.

Manajer tim bentukan Valentino Rossi itu mengaku tergerak memberi uluran tangan kepada Angel Nieto juga karena alasan pribadi.

"Bagaimana bisa saya tidak membantu mereka jika tim itu diberi nama ayah saya," kata pria bernama Pablo Nieto.

Adapun soal kerugian materiel, diperkirakan Borsoi berada di kisaran angka puluhan ribu euro.

"Kita berbicara soal 40.000 atau 50.000 euro (sekitar 700 juta rupiah) untuk suku cadang, perkakas, dan komputer yang hilang," kata eks pembalap itu.

Halaman
123
Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved