Citizen Reporter

Literasi Perahu Berlayar Gelar Dialog Interaktif, Ajak Mahasiswa Peduli Semangat Juang Sumpah Pemuda

Ketua Literasi Perahu Berlayar, Mathias C.T mengatakan, bahwa negara ini bukanlah milik satu golongan saja.

Literasi Perahu Berlayar Gelar Dialog Interaktif, Ajak Mahasiswa Peduli Semangat Juang Sumpah Pemuda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Dilaog interaktif di Cefe Kemang, jalan Reformasi, kota Pontianak, Selasa (29/10/2019). 

Citizen Reporter
Ketua Literasi Perahu Berlayar, Mathias C.T

PONTIANAK - Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Literasi Perahu Berlayar (LPB) Pontianak gelar Dialog interaktif bertemakan 'Memperingati 91 Tahun Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 Sebagai Dasar, lahirnya Semangat Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa' yang dilaksanakan di Cefe Kemang, jalan Reformasi, kota Pontianak, Selasa (29/10/2019).

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah Pergerakan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Dengan semangat kebangsaan itulah, LPB mengadakan kegiatan ini, agar pemuda generasi milenial ini dapat meneruskan dan mengambil Peran dan perjuangan para pemuda pada waktu itu Dengan Nilai-nilai nasionalis Pergerakan kebangsaan.

Ketua Literasi Perahu Berlayar, Mathias C.T mengatakan, bahwa negara ini bukanlah milik satu golongan saja.

Namun, negara ini milik kita semua, sebagai anak bangsa yang mau memperjuangkan kemerdekaan serta berperan dalam pergerakan pemuda hari ini.

"Maka dari itu nari kita rebut kembali Persatuan dan kesatuan. Dimana para anak muda bersatu dengan tujuan yang sama dibarisan terdepan dalam menggawal NKRI Rumah kita bersama tanpa melihat latar belakang Agama, Ras, suku, bahasa dan lain sebagainya," katanya.

Baca: Camat Gerego: Masih Ada 6 Anak Stunting di Kecamatan Simpang Dua

Baca: Siap-siap Ganti! STNK Berubah Jadi Kartu seperti SIM Dibekali Chip, Berikut Penjelasan Korlantas

Kegiatan ini juga menghadirkan Narasumber, diantaranya Syafarudin Usman, M.Pd Ketua Ahli Sejarahwan Prov. Kalimantan Barat , dan Dr. Erdi Abidin, M.Si Akademisi Universitas Tanjungpura, Ireng Maulana, M,Si Serta Gregorius Kabuta mewakili Kalangan Pemuda

Selanjutnya, Syafarudin Usman menjelaskan bahwa, pemuda harus mengetahui sejarah perjuangan-perjuangan Pemuda kalimantan barat, dibalik Kemerdekaan Indonesia pemuda kalimantan barat pada waktu itu sangat berperan besar dimana ada 11 tokoh Muda Perjuang yang berasal dari kalimantan barat salah satunya adalah Jeranding Abdurrahman Sawang lahir 20 Oktober 1920, Ambalau, Sintang, meninggal 7 April 1970, pada umur 49 tahun.

Kemudian dalam kesempatan itu pula Gregorius Kabuta menanbahkan, bahwa perlunya peran mahasiswa atau Pemuda dalam era modernisasi, untuk mengambil peran aktif mencintai Tanah Air, sebagai anak bangsa yang menjadi agen of change dan akan membawa indonesia lebih baik di era modern tetap menanamkan nilai-nilai nasionalis dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau jadi hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang islam jangan jadi orang Arab, kalau kristen jangan jadi orang yahudi, tetaplah jadi orang nusantara dengan adat-budaya nusantara yang kaya raya ini, dari Ir. Soekarno," ungkapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved