Sri Dampingi Suami Wisuda Purnabakti, Kekompakan yang Bikin Betah
Sri Hartati tampak anggun menggunakan stelah baju batik polos berwarna tosca dengan paduan jilbab yang senada dan dandanannya yang natural
Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Mewisuda Purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak, Drs H Muslihan Saifurrozi yang berlangsung di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Selasa (29/10). Saat acara itu, hadir pula sang istri yang setia mendampingi, Sri Hartati bersama anaknya.
Sri Hartati tampak anggun menggunakan stelah baju batik polos berwarna tosca dengan paduan jilbab yang senada dan dandanannya yang natural.
Beberapa kali ia tersenyum ketika me;lihat video perjalanan karier sang suami dan saat ini ditampilkan saat wisuda membuatnya tersipu.
Ia mengatakan jika bukan karena mengikuti suami bertugas di Pontianak mungkin ia tidak akan pernah merasakan bagaiamana tinggal di Pontianak dan membaur dengan masyarakat sekitar .
"Saya selama dua tahun tinggal di Pontianak senang sekali dan memang lebih banyak senangnya karena orangnya ramah- ramah, serta mempunyai etos kerja tinggi dan ada kekompokan. Itulah yang bikin kita betah," ujarnya.
Baca: Helikopter Terbang Rendah, Atap Rumah Warga Siantan Porak Poranda
Baca: HUT Ke 10 Komunitas Darah Segar Pontianak, Kokohkan Kepedulian Sesama
Baca: Sinergisitas PLN-Kodam Amankan Objek Vital Kelistrikan
Tak hanya mendampingi sang suami, ia juga aktif di organisasi peradilan yakni Dharma Yutikarini sebagai Wakil Ketua Daerah Kalbar dan di Cabang Pontianak.
"Program yang sudah dijalani sejauh ini sudah banyak. Karena tiap awal dan akhir tahun kami selalu menyusun program yang akan dilakukan," ujarnya.
Namun ada beberapa program yang memang masih terkendala karena dana yang terbatas. Jadi fokus kegiatan banyak dilakukan di interenal seperti diperuntukan untuk anak-anak di Peradilan Tinggi Agama. "Sebelumnya kami baru melaksanakan program untuk memberikan bantuan dana beasiswa untuk anak-anak honorer di lingkungan PTA," ujarnya.
Tak hanya itu, sebagai orang istri ia tentu harus pandai membagi waktu dan harus mempunyai skala prioritas.
"Saya harus pandai membagi waktu saat menemani suami bertugas, untuk menjadi ibu dan tugas lainnya. Memang harus pandai dalam membagi waktu atau management waktu dan harus memilah bagaimana tugas seorang istri saat di kantor, dan sebagai istri dilingkungan kita tinggal, dan sebagai seorang ibu," ujarnya. "Untuk Kota Pontianak tercinta semoga jaya dan maju terus kedepannya," pungkasnya.