Singkawang Jadi Pusat Studi Penelitian Toleransi Indonesia, Ini Paparan Tjhai Chui Mie

Ia yang merupakan putra Singkawang mengaku pernah tinggal di Kota Singkawang dan mengenal kultur serta budaya yang ada di Singkawang.

Tayang:
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menerima cinderamata dari Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dalam kegiatan Public Lecture dengan judul multikulturalisme: Harmoni dalam Keberagaman yang diselenggarakan oleh Laboratorium Filsafat Nusantara Fakultas Filsafat UGM, Senin (28/10/2019) 
 
 
Singkawang Jadi Pusat Studi Penelitian Toleransi Indonesia, Ini Paparan Tjhai Chui Mie
SINGKAWANGUniversitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta melalui Fakultas Filsafat mengundang Wali Kota Singkawang, Wakil Wali Kota Singkawang dan Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda) untuk hadir memberikan kuliah umum menjelaskan perbedaan yang ada namun tetap memiliki persatuan yang kuat serta mempunyai jiwa toleransi yang tinggi di Kota Singkawang.
Mereka menjadi narasumber di Public Lecture dengan judul multikulturalisme: Harmoni dalam Keberagaman yang diselenggarakan oleh Laboratorium Filsafat Nusantara Fakultas Filsafat UGM, Senin (28/10/2019).
Hadir dalam kegiatan di antaranya Wali Kota Singkawang, Wakil Wali Kota Singkawang, Dandim 1202/Singkawang, Kapolres Singkawang, Ketua MUI, Kepala Kantor Agama dan Sekretaris FKUB.
Sedangkan dari pihak UGM turut hadir Kepala Lab Filsafat Nusantara, Wakil Dekan Bidang Keuangan, para civitas akademik dan mahasiswa Fakultas Filsafat UGM.
"Kota Singkawang mendapatkan predikat nomor 1 sebagai kota tertoleransi tingkat nasional ternyata mendapat perhatian serius dari UGM," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Selasa (29/10/2019).
Ia menuturkan Kota Singkawang merupakan kota yang luar biasa kemajemukannya yang bisa dilihat dari multi etnis.
Terdapat 17 etnis dengan 3 suku besar yaitu Tionghoa, Dayak dan Melayu yang hidup harmonis dan berdampingan di Kota Singkawang. "Namun semua dipersatukan oleh Pancasila sebagai dasar negara," tuturnya.
Kepala Laboratorium Filsafat Nusantara UGM, Dr. Rizal turut memberikan paparan dan pemahaman kepada para mahasiswa dan Dosen Fakultas Filsafat.
"Bahwa ilmu filsafat dalam lokus penelitian di Singkawang menitikberatkan pada perbedaan," katanya.
Menurutnya dengan adanya perbedaan yang dijaga melalui sikap toleransi yang tinggi, maka akan membentuk suatu persatuan yang kuat.
Ia yang merupakan putra Singkawang mengaku pernah tinggal di Kota Singkawang dan mengenal kultur serta budaya yang ada di Singkawang.
"Dulu saya pernah tinggal di Singkawang karena saya memang putra Singkawang meninggalkan Singkawang tahun 1974 kemudian merantau ke pulau Jawa," tuturnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved