BREAKING NEWS: Atap Rumah Warga di Pontianak Beterbangan

Atap pada 3 unit rumah tersebut, seluruhnya terbang dan terhempas beberapa meter dari rumah.

Tayang:
Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Rani (baju coklat) dan Endang (baju putih) saat di temui Tribun di lokasi kejadian, Selasa (29/10/2019). 

BREAKING NEWS: Atap Rumah Warga di Pontianak Beterbangan

PONTIANAK - Atap rumah warga di Jalan Darma Putra, Gang Darma Putra, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) beterbangan, Senin (28/10/2019) petang WIB.

Peristiwa ini diduga akibat angin dari baling-baling helikopter yang melintas di atas rumah peduduk.

Atap rumah terutama pada bagian dapur tampak sudah tidak di posisi semula.

Seng terlepas dan berpindah ke tempat lain.

Dari pantauan Tribunpontianak.co.id, setidaknya ada tiga rumah bermaterial kayu yang terdampak cukup parah.

Atap dapur tiga unit rumah tersebut terbang dan terhempas beberapa meter dari rumah.

Tiga rumah ini berada di antara tanah yang sedikit lapang.

Rani, warga setempat yang saat itu berada di lokasi kejadian, mengatakan persitiwa tersebut terjadi pada, Senin (28/10/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca: Angin Puting Beliung Terjang Atap Rumah Warga di Jungkat

Baca: VIDEO: Angin Puting Beliung Rusak Rumah dan Warung di Jalan Husein Hamzah, Ini Keterangan Warga

"Kemarin itu sekitar jam 4 lah sehabis sholat ashar. Kami kan lagi duduk bersantai di luar ini, sama anak-anak," kata Rani.

Rani menuturkan, kala itu ia melihat helikopter terbang melintasi pemukiman di wilayah tersebut.

"Pertama lihat itu, kok helikopternya terbang rendah, kayak tidak normal," tuturnya.

Menurutnya, helikopter tersebut terbang berputar-putar di kawasan itu sebanyak tiga kali.

Pada putaran pertama dan kedua, helikopter terbang cukup tinggi, namun pada putaran ketiga, helikopter terbang rendah di atas rumah penduduk.

"Pertamnya sekali udah putar, kedua kalinya gitu lagi, kok rendah juga. Udah gitu pas ketiga kalinya baru lihat lebih rendah lagi, hampir mau nabrak pohon pinang. Eh tau-taunya berapa menit gitu helikopternya di sini (menunjuk ke arah atap rumah)," kata Rani.

Saat itu, warga yang awalnya biasa saja melihat helikopter, lantas panik melihat helikopter yang terbang semakin rendah.

Bahkan menurut warga seakan-akan helikopter itu seperti akan mendarat di tanah lapang di belakang rumah.

"Jadi kita ini kalang kabut lah kan, mana itu lagi megang anak-anak, mau lari juga tidak bisa. Kemudian seng itu sudah terlempar. Anginnya kencang, pikiran pun udah kayak mau jatuh atau apa gitu, pas sudah berapa menit itu, helikopter terbang lagi, normal dan tidak balik-balik lagi," katanya.

"Pas kejadian itu helikopter berputar-putar gitu kayak oleng dia. Terus sempat berhenti juga di atas sini beberapa menit, abis itu langsung terbang," timpalnya.

"Panik semua, kayak anak-anak itukan suka lihat helikopter, pertama dada-dada, sekali lihat angin makin kencang, berlarian semua, melihat helikopternya makin dekat anginnya naik-naik, nangis anak-anaknya, saya juga pas gendong anak kecil," kata Rani.

Endang, penghuni rumah yang atapnya terbang, mengharapkan pihak yang merasa bertanggung jawab dapat melakukan perbaikan terhadap rumah kontrakan mereka.

Ia khawatir air akan membasahi ia bersama keluarga di saat hujan tiba dikarenakan atap rumah bagian dapur dan tengahnya terbang.

"Harapannya itulah minta kerja samanya, ini kan kalau hujan nanti mau apa kan susah, bumbungan yang di atas atap itukan juga sudah balik semua," katanya.

"Kalau bisa si cepat gitu lah, biar kita bisa tempati, bisa masak, kalau liat langit sudah gelap-gelap itu, kalau hujan, mau tidur di mana," harap Endang.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved