Jantik Percayakan JKN-KIS Sebagai Jaminan Kesehatan Keluarga
Kesadaran masyarakat seperti halnya Jantik dapat menjadi contoh bagi lainnya, dimana jangan menunggu sakit baru ingin mendaftar.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Jantik Percayakan JKN-KIS Sebagai Jaminan Kesehatan Keluarga
SINTANG- Manfaat menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional –Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Dengan menepis status perekonomian masyarakat, program JKN-KIS hadir dengan memberikan jaminan dan pelayanan yang merata kepada seluruh pesertanya.
Jantik (29), ibu 2 anak ditemui disela-sela kepengurusannya dalam mendaftar menjadi peserta JKN-KIS dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU/Mandiri) kelas II dengan harapan mendapatkan jaminan kesehatan untuk diri dan keluarga seperti yang telah dirasakan oleh masyarakat lainnya.
Baca: Tak Ingin Ketinggalan Zaman, Mardius Download Mobile JKN
Baca: Ruli Akui Tak Ragu Ikut Bergotong-royong Bersama Program JKN-KIS
Baca: Reyma Lestari Sebut Manfaat JKN-KIS Bagi Semua Kalangan
“Saya sebelumnya sudah mendaftarkan se keluarga menjadi peserta BPJS kelas II, setelah menunggu 14 hari dan bayar iuran pertama sekarang kami telah memiliki kartu KIS. Awal mulanya sih karena melihat pengalaman tetangga saya yang berobat memakai kartu KIS. Sempat tanya-tanya apa keuntungannya dan bagaimana cara mendaftarnya, ternyata banyak keuntungannya dan mudah proses pendaftarannya,” kata warga Kecamatan Kapuas Kanan Hulu, Kabupaten Sintang.
Dengan komitmen rutin membayar iuran setiap bulannya Jantik juga berharap untuk tetap sehat dan tidak menggunakan kartu KIS yang dimilikinya sekarang walaupun telah memiliki jaminan kesehatan keluarganya.
“Kami sih berharap sehat terus dan tidak jatuh sakit, ya walaupun sudah punya kartu BPJS dan rutin bayar iuran. Antisipasi gak ada salahnya, mas, jadi sewaktu-waktu dibutuhkan dapat digunakan,” kata Jantik.
Kesadaran masyarakat seperti halnya Jantik dapat menjadi contoh bagi lainnya, dimana jangan menunggu sakit baru ingin mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.
Semoga hal ini dapat tertular bagi masyarakat yang belum memiliki kesadaran tersebut sehingga dapat segera mendafatarkan diri dan keluarga agar memiliki jaminan kesehatan dengan menjadi peserta JKN-KIS. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak