Permainan Tradisional Semarakan Festival Danau Sentarum
Perlombaan pangkak gasing dan sumpit juga bertujuan untuk meningkatkan kembali olahraga tradisional yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.
Penulis: Anesh Viduka | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Permainan Tradisional Semarakan Festival Danau Sentarum
KAPUAS HULU- Dua permainan tradisional, pangkak gasing dan sumpit kembali menyemarakan Festival Danau Sentarum, yang dipusatkan di Dusun Lanjak, Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (26/10/2019).
Selain untuk memeriahkan Festival Danau Sentarum, perlombaan pangkak gasing dan sumpit juga bertujuan untuk meningkatkan kembali olahraga tradisional yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu.
Panitia perlombaan pangkak gasing dan sumpit, Debi mengatakan perlombaan ini terbuka untuk umum, bahkan pengunjung yang hadir juga bisa langsung mendaftar untuk mengikuti perlombaan, dengan menggunakan gasing dan sumpit yang sudah disediakan panitia.
Baca: Festival Danau Sentarum Bertujuan Tingkatkan Pariwisata Kapuas Hulu Dimata Nasional & Internasional
Baca: Buka Festival Danau Sentarum, Bupati Nasir Komitmen Kembangkan Wisata di Kapuas Hulu
"Misalnya ada pengunjung yang menyaksikan perlombaan dan mereka tertarik untuk ikut, mereka bisa langsung mendaftar, khusus gasing kami menyediakan gasing dengan berat 5 ons," katanya.
Untuk perlombaan pangkak gasing dibagi dalam 2 kategori, yaitu cendikia dan pangkak layang, kemudian ada kategori anak-anak.
"pangkak layang itu ada dewasa dan anak-anak, sedangkan cendikia itu rata-rata pesertanya dewasa, karena dia menggunakan taktik angka, bukan hanya untuk pukul gasing saja," tambah Debi.
Kategori cendikia diikuti 30 orang dan pangka layang 30 orang, kategori anak-anak sampai saat ini diikuti 40 orang.
"Dan itu pesertanya ada beberapa dari kecamatan yang jauh seperti Nanga Kantu dan Temuyu," kata Debi.
Dikatakan Debi, sebenarnya banyak peserta yang ingin mengikuti pertandingan ini, cuma kendalanya di jarak menuju area festival yang susah ditempuh, terutama mereka yang berada di beberapa kecamatan di daerah aliran sungai.
"Merekakan kalau kesini biasa melewati danau, namun karena kemarau mereka tidak bisa hadir, itu ada 4 kecamatan," jelas Debi.
Sedangkan untuk perlombaan sumpit dibagi dalam 3 kategori, yakni putra, putri dan anak-anak.
Untuk anak-anak jaraknya 10 meter, putri 20 meter, putra 30 meter.
"Sesuai daftar yang kami terima, peserta sumpit hingga saat ini yang dewasa berjumlah 35 peserta, dan kemungkinan bisa bertambah karena pendaftarannya masih dibuka, panitia juga menyediakan sumpit bagi pengunjung atau penonton yang pengen mengikuti perlombaan, sumpit ini," jelasnya saat diwawancara awak media disela-sela peelombaan pangkak gasing dan sumpit berlangsung.
"Untuk saat ini kendala sumpit tidak ada ya, karena rata-rata peserta yang hadir sudah cukup berpengalaman, kemudian jika angin dianggap terlalu kuat mereka diperbolehkan untuk tidak menyumpit sampai angin sudah dirasa cukup untuk menyumpit," tambahnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dua-permainan-tradisional-pangkak-gasing-dan-sumpit-1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lomba-sumpit-jhxds.jpg)