28 Perusahaan Tertarik Investasi Bandara Singkawang
Selain itu ada sekitar 40 calon investor yang melirik kerja sama untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Singkawang.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Maudy Asri Gita Utami
28 Perusahaan Tertarik Investasi Bandara Singkawang
SINGKAWANG- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan ada 28 perusahaan yang telah menandatangani letter of interest (ketertarikan_red) pada pembangunan bandar udara (Bandara) Singkawang.
Dalam kegiatan market sounding Bandara Singkawang ada 78 perusahaan yang hadir baik dalam dan luar negeri di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) beberapa waktu lalu.
"Sementara yang sudah menandatangani letter of interest (ketertarikan_red) ada 28 perusahaan," katanya, Kamis (24/10/2019).
Selain itu ada sekitar 40 calon investor yang melirik kerja sama untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Singkawang.
Baca: Hadiri Market Sounding, Tjhai Chui Mie Sebut Bandara Singkawang Layak Dibangun
Baca: Menteri Perhubungan Yakini Skema KPBU Jamin Keberhasilan Pembangunan Bandara Singkawang
Para calon investor yang berniat berinvestasi pada Bandara Singkawang tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari China, Jepang, Singapura dan Perancis.
Proses selanjutnya para calon investor ini akan melakukan kunjungan ke Kota Singkawang.
Pihaknya masih menunggu jadwalnya dari Dirjen bandar udara untuk bersama sama ke Kota Singkawang.
"Rencananya di akhir bulan November," tutur Chui Mie. (doi)
Sementara itu Direktur Bandara Singkawang Pramito Hadi mengatakan total kebutuhan investasi bandara tersebut mencapai Rp 4,3 triliun. Investasi tersebut dibutuhkan untuk belanja modal dan modal operasi.
"Untuk capex kebutuhan Rp 1,7 triliun dan modal operasi sebanyak Rp 2,6 triliun," katanya.
Praminto mengatakan bahwa dari sisi pendapatan aeronautika, proyek diharapkan bisa memberikan Rp 15,9 triliun untuk 32 tahun.
Sementara itu untuk pendapatan nonaeronautika, diharapkan bisa memberikan pemasukan sampai dengan Rp 2,1 triliun untuk 32 tahun.
"Beberapa penerbangan yang akan dilaksanakan dari bandara Singkawang ini adalah ke Surabaya, Semarang, Jakarta, Medan, dan berapa potensial rute yang untuk internasional adalah ke Singapura, Kuala Lumpur, Taiwan, Hongkong, dan Nantinya mungkin ada beberapa alternatif yang lain," ujarnya. (doi)
Dukung Pariwisata
Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Kalimantan Barat (Kalbar), Nugroho Henray Ekasaputra mengatakan Kota Singkawang harus mempunyai prioritas dalam membangun kotanya.
"Singkawang terkenal sebagai Kota Pariwisata di Kalbar, cuma dari Singkawang sendiri belum terlalu serius menggarap pariwisata," katanya.
Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa artinya pembangunan Kota Singkawang jangan latah meniru kota-kota lain tanpa punya identitas yang khusus karena Singkawang tidak bisa disamakan dengan Kota Pontianak atau kabupaten lainnya.
Singkawang belum punya identitas dan prioritas dalam pembangunan.
Serius itu tidak hanya dalam retorika, tetapi diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah.
Dalam anggaran yang kecil juga tidak mencerminkan bahwa pariwisata menjadi prioritas, apalagi Dinas Pariwisatanya masih menyatu, belum berdiri sendiri.
Selain itu, pembangunan bandara yang saat ini sedang berlangsung harus tetap berjalan dan segera diselesaikan untuk mendukung Singkawang sebagai kota pariwisata.
"Kami berharap lebih serius betul-betul menggarap pariwista sehingga menjadi unggulan Kota Singkawang dan pemasukan utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Singkawang seperi Jogja dan Bali," harapnya. (*)
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tjhai-chui-mie-melepas-peserta-kegiatan-pekan-daerah-xi-ktna.jpg)