Guru Honorer Non Kategori, Nasibmu Kini!

Belum selesai masalah honorarium di bawah standar dan penghapusan honor guru dari BOS mulai tahun (2020), timbul masalah baru lagi.

Guru Honorer Non Kategori, Nasibmu Kini!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Salah satu guru honorer di Kabupaten Sambas, Saifullah. 

Saifullah pun menegaskan, belum lagi terkait dengan legalitas keberadaannya di sekolah dan status yang tak kunjung berubah menjadi.

Padahal ada aturan bahwa PNS yang mana aturannya dari BKN mulai dari usia di atas 35 tahun dan IPK yang dirasa sangat memberatkan pun tidak bisa untuk mengikuti tahapan seleksi CPNS.

"Kesimpulannya guru honorer tak bisa PPG, tak bisa ikut seleksi CPNS walaupun sudah S1 dan usia di bawah 35 tahun, apalagi terkait kesejateraannya, jauh panggang dari api," ungkap guru honorer itu.

Oleh karenanya, sampai hari ini banyak guru honorer yang sudah mengundurkan diri menjadi guru di sekolah-sekolah negeri. Meski masih ada yang tetap bertahan untuk mengabdi dengan harapan bisa naik status dan berubah.

"Terakhir, di mata orangtua dan siswa, guru-guru sama kedudukannya. Tak ada yang beda. Yang membedakan hanya status dan kesejahteraannya. Saya berharap kepada pemerintah daerah dan pusat agar berempati dan memikirkan nasib guru honorer non kategori serta mencarikan solusi atas persoalan yang tak kunjung usai ini," tuturnya.

"Guru honorer sudah membuktikan integritas dan loyalitas serta pengabdiannya pada negara. Berapa banyak lulusan yang dicetak oleh para guru mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai menengah dan mungkin saja pejabat yang menangani persoalan guru ini pernah dididik oleh guru honorer juga," tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved