Peringati Hari Santri Nasional, PCNU Ketapang Gelar Istighotsah Kubro

Malam ini dilakukan pembacaan satu miliar Sholawat Nariyah oleh warga Nahdlatul Ulama sebagai puncak peringatan hari santri nasional

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat bersama Sekda Ketapang, Farhan Dandim 1203/KTP, Letkol Kav Jami'an beserta tamu undangan lainnya saat melantunkan shalawat Nariyah yang digelar di halaman Mapolres Ketapang. 

Peringati Hari Santri Nasional, PCNU Ketapang Gelar Istighotsah Kubro

KETAPANG - Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang menggelar Istighosah Kubro, Sholawat Nariyah, dan Pengajian Akbar di halaman Mapolres Ketapang Senin (21/10/2019) malam.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional Kabupaten Ketapang Herisas mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2019 yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

"Malam ini dilakukan pembacaan satu miliar Sholawat Nariyah oleh warga Nahdlatul Ulama sebagai puncak peringatan hari santri nasional," katanya.

Herisas mengatakan dengan Istighosah Kubro, Shalawat Nariyah, dan Pengajian Akbar sepeti ini memiliki banyak manfaat. Diharapkan segala hajat dan apa yang dicita-citakan segera akan terkabul serta diberikan jalan keluar dari segala kesusahan.

Baca: PPTD Malaysia Berkunjung ke Kalbar untuk Lakukan Program Sosial

Baca: Formasi Lengkap, Pimpinan DPRD Sambas Dilantik Besok

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Farhan memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta seluruh panitia penyelenggara yang telah berinisiatif untuk melaksanakan istighotsah, pembacaan sholawat nariyah dan pengajian akbar.

"Pemerintah melalui Kepres nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 oktober sebagai hari santri. Hal ini merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Farhan.

Lebih Jauh Farhan mengatakan, pada bulan yang lalu pemerintah juga telah menetapkan undang-undang pesantren.

Baca: VIDEO: Kapal Wisata Taman Alun Kapuas Sudah SNI, Dilengkapi Berbagai Fasilitas

Baca: Jelang HUT Kota Pontianak, Jajaran Pemkot Ziarah ke Makam Batu Layang

"Hal itu  merupakan wujud komitmen dan penghargaan pemerintah kepada para santri dan pesantren yang telah ikut berperan dan memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara melalui fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat," katanya.

Farhan mengatakan Pemerintah Kabupaten Ketapang telah mengalokasikan anggaran melalui APBD berupa dana hibah yang diberikan kepada beberapa pondok pesantren yang ada di Kabupaten Ketapang  sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

"Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen dan perhatian pemerintah kabupaten Ketapang kepada pondok pesantren dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia," sebutnya.

Ia pun berharap dengan istighosah dan pembacaan sholawat nariyah ini, bangsa dan negara indonesia khususnya masyarakat kabupaten ketapang  selalu dalam lindungan tuhan yang maha esa sehingga terhindar dari segala musibah dan bencana.

Selain dihadiri ratusan santri kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pemerintah dan Forkopimda Kabupaten Ketapang, Alim Ulama, Pimpinan pondok pesantren serta tokoh masyarakat juga tampak mengakhiri acara tersebut.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved