TRIBUNWIKI

Sejarah Singkat Institut Agama Islam Negeri Pontianak

IAIN Pontianak merupakan kampus Islam pertama di Kalimantan Barat berdiri pada 1965 berawal dari terbentuknya yayasan Sadar

Sejarah Singkat Institut Agama Islam Negeri Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gedung IAIN Pontianak 

Sejarah Singkat Institut Agama Islam Negeri Pontianak

PONTIANAK - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak merupakan kampus Islam pertama di Kalimantan Barat berdiri pada 1965 berawal dari terbentuknya yayasan Sadar.

Dengan Fakultas Tarbiyah di Pontianak disusul Fakultas Hidayattulah di Singkawang berstatus Fakultas Muda Diploma dengan gelar Bachelor of Art (BA).

Pada perlombaaan ini tahun 1969 kedua Fakultas di negerikan menjadi IAIN Syarif Hidayattulah cabang dari Jakarta berdasarkan surat keputusan (SK) Menteri Agama.

Pada 1973 Fakultas Hidayattulah cabang Jakarta yang berada di Singkawang dipindahkan ke Pontianak berdasarkan surat Menteri Agama dan pada tahun1975 membentuk Dewan Kurator Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayattulah Jakarta cabang Pontianak dengan Ketuanya Brihadir Jenderal Kadarusno ( Gubernur Kalbar Kala itu) , dengan wakil Mochomad Barir, SH( Walikota Pontianak) dan sekertaris Drs. H. Moh. Ardani ( dekan fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayattulah Jakarta cabang Pontianak).

Baca: LP2M IAIN Pontianak Lakukan Ekspedisi Borneo Menuju Mengkalang Jambu

Pada tahun 1982 Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayattulah cabang Jakarta di Pontianak berubah nama menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayattulah Jakarta di Pontianak berdasarkan keputusan Menteri Agama RI.

Perkembangan terus terjadi seperti pada tahun yang sama Fakultas Tarbiyah yang hanya bisa meluluskan mahasiswa dengan gelar sarjana muda (BA) mendapatkan kewenangan sebagai Fakultas Madya artinya sudah memiliki wewenang menghasilkan sarjana penuh dengan gelar Drs/Dra.

Setelah 15 tahun berjalan pada tahun 1977, Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayattulah Jakarta di Pontianak bersama 32 fakultas IAIN seluruh Indonesia berubah status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) melalui keputusan Presiden.

Baca: Membanggakan, 4 Mahasiswa IAIN Pontianak Raih Paper Terbaik di Samarinda

Perubahan nama merubah berbagai aspek dari STAIN karena tidak lagi dibawah naungan yayasan saat masih menjadi IAIN.

Perkembangan dan pengembangan terus dilakukan Kampus Islam pertama di Kalbar ini, seperti pada tahun 2011 STAIN membuka program Pasca Sarjana khusus program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Pada tahun 2013 STAIN berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melalui dukungan dari Sutarmidji selaku Walikota Pontianak.

Saat itu dengan memberikan bantuan lahan didukung surat yang diterbitkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Presiden kala itu.

Baca: LP2M IAIN Pontianak Perkuat Eksistensi Rumah Jurnal

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved