Puluhan Mahasiswa Hadiri Bedah Buku Catatan Perjalanan Sebuah Refleksi Atas Diri

Tulisan Khorussalam ini di apresiasi Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam ( KPI), Acan Mahdi.

Puluhan Mahasiswa Hadiri Bedah Buku Catatan Perjalanan Sebuah Refleksi Atas Diri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana bedah buku yang berjudul Catatan Perjalanan Sebuah Refleksi Diri yang digelar di Café Kedai 69 Jl Panglima Aim, Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 19:00 WIB. 

Puluhan Mahasiswa Hadiri Bedah Buku Catatan Perjalanan Sebuah Refleksi Atas Diri 

KUBU RAYA - Seorang pemuda Kubu Raya, Khoirussalam sebagai penulis buku dihadirkan langsung sebagai pemateri dalam bedah buku yang berjudul 'Catatan Perjalanan Sebuah Refleksi Atas Diri' yang digelar di Café Kedai 69 Jl Panglima Aim, Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 19:00 WIB.

Kegiatan bedah buku itu dihadiri sekitar 30 mahasiswa dan mahasiswi.

Khoirussalam merupakan pengurus Komisariat PMII IAIN Pontianak.

Tulisan Khorussalam ini di apresiasi Ketua Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam ( KPI), Acan Mahdi.

Baca: Midji akan Umumkan Perusahaan yang Banyak Dapat Proyek Provinsi

Baca: VIDEO: Dilengkapi Fasilitas Pendukung, Rumah Baca Taman Alun Kapuas Diminati Masyarakat

“Syarippudin sebagai ketua literasi di Kalbar pendidikan dan dakwah senantiasa memperkaya diri dengan khazanah pemikiran Islam. Satu di antaranya, bedah buku catatan atas diri yang mempromosikan Indonesia dan Islam rahmatan lil ‘aalamiin khas Nusantara selama puluhan tahun di Amerika Serikat,"  ujar Syarif.

Bedah buku yang berjudul Catatan Perjalanan Sebuah Refleksi Diri yang digelar di  Café Kedai 69 Jl Panglima Aim, Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 19:00 WIB.
Bedah buku yang berjudul Catatan Perjalanan Sebuah Refleksi Diri yang digelar di Café Kedai 69 Jl Panglima Aim, Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 19:00 WIB. 

Buku ini menyajikan pemikiran catatan atas diri dan masa depan.

Khorussalam, si penulis buku, mengenang awal menginjakkan kaki dunia pendidikan
bercerita tentang kehidupan yang hakiki.

Hambali, satu di antara mahasiswa Untan sebagai pembanding mengatakan terus berupaya untuk di gelar diskusi-diskusi ilmiah.

Diskusi tersebut dipimpin oleh aktivis GMNI Kota Pontianak, Abdul Wahid.

Diskusi dan bedah buku tersebut berjalan lancar hingga selesai. (mg1)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved