Tahun 2019 Kalbar Mendapatkan Alokasi Bantuan Bedah Rumah 7350 Unit Rumah

Terdiri dari Rupiah Murni (RPM) 6000 unit senilai Rp 105 M, dan Pinjaman Luar Negeri (PLN) 1350 unit senilai Rp. 23. 625 M.

Tahun 2019 Kalbar Mendapatkan Alokasi Bantuan Bedah Rumah 7350 Unit Rumah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rumah yang di rehap di Daerah Putusibau dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Tahun 2019 Kalbar Mendapatkan Alokasi Bantuan Bedah Rumah 7350 Unit Rumah

PONTIANAK- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 07/PRT/M/2018, BSPS atau bedah rumah adalah bantuan pemerintah bagi MBR.

Tujuannya untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru rumah, beserta prasarana, sarana, dan utilitas umum.

Baca: Selain Dapat Bantuan Bedah Rumah, Keluarga Lena Juga Dapat Sepeda Namun Digadaikan

Baca: Kementerian PUPR Siapkan Program Bedah Rumah di Kawasan Wisata Mandalika

Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalbar, Direktorat Jenderal Perumahan Kementrian PUPR, Andi Suganda mengatakan tahun ini program program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah di Kalbar sebanyak 7350 unit.

Terdiri dari Rupiah Murni (RPM) 6000 unit senilai Rp 105 M, dan Pinjaman Luar Negeri (PLN) 1350 unit senilai Rp. 23. 625 M.

Pada tahun 2019 untuk proses pengerjaan bantuan ini sudah mencapai 83,75 persen.

Ia mengatakan dana yang dipergunakan untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mengguanakan dana APBN dari Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membentuk Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi.

"Kita ada dananya untuk bantuan stimulan rumah swadaya atau bedah rumah langsung yang diserahkan bantuan berupa uang ke rekening penerima namun tidak bisa di cairkan langsung oleh mereka ," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Kamis (17/10/2019).

Ia mengatakan untuk program ini tentu ada pendamping lapangan untuk melakukan survei untuk perbaikan rumah untuk melihat kerusahannya, dan berapa perlu bahan dan untuk upahnya.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved