Zulkarnaen: Sekitar 2.3 Juta Pelajar dan Mahasiswa di Indonesia Terpapar Narkoba

Selain itu juga dapat melemahkan ketahanan nasional dan mengahambat jalannnya pembangunan

Zulkarnaen: Sekitar 2.3 Juta Pelajar dan Mahasiswa di Indonesia Terpapar Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Derah Pemerintah Kabupaten Sintang, Zulkarnaen. 

Zulkarnaen: Sekitar 2.3 Juta Pelajar dan Mahasiswa di Indonesia Terpapar Narkoba

SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang melakukan sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya di Pendopo bupati sintang, Kamis (17/10/2019) pagi.

Sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2019 dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Derah Pemerintah Kabupaten Sintang , Zulkarnaen.

Menurut Zulkarnaen, di era globalisasi  saat ini bangsa Indonesia menghadapi berbagai persoalan  salah satunya  masalah penyalahgunaan Narkoba.

Menurutnya, narkoba merupakan suatu permasalahan International maupun Nasional  yang sangat komplek yang dapat merusak dan mengancam kehidupan masyrakat.

“Selain itu juga dapat melemahkan ketahanan nasional dan mengahambat jalannnya pembangunan,” kata Zulkarnaen.

Baca: VIDEO: Pelihara Kebhinekaan, Forkopimda Kalbar Gelar Silaturahmi bersama Multi Etnis

Baca: BEM Untan Pontianak Tolak dan Desak Presiden Jokowi Terbitkan Perppu Batalkan Revisi UU KPK

Zulkarnaen menjelaskan, dampak bahaya  dan korban dari penyalahgunaan narkoba  dari tahun ketahun cenderung  meningkat, bahkan sudah sangat meresahkan  pemerintah dan masyarakat dan  sangat membahayakan generasi muda

“Penggunaan narkoba ini tidak hanya pada tataran masyarakat tertentu saja, tetapi sudah merambah  ke semua strata dan profesi diantaranya ada oknum pejabat, oknum ASN, oknum TNI/POLRI , kalangan usahawan, mahasiswa, pemuda, pelajar dan bahkan ibu rumah tangga,” bebernya.

Merujuk hasil survey  Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI)  kata Zulkarnaen menunjukan angka sekitar 2,3 juta  pelajar dan mahasiswa di Indonesi pernah mengkonsumsi  narkotika.

“Angka ini menjadi peringatan bahwa, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif saja  tetapi harus lebih agresif lagi khususnya  bagi generasi yang terlahir  pada era millennium,” jelasnya.

Pencegahan  penyalahgunaan dan penangulangan  peredaran gelap narkoba(P4GN)  di kabupaten Sintang jelas Zulkarnaen merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani  secara dini  dan serius. Juga secara sinergi  oleh semua pihak, dengan melibatkan seluruh potensi  yang ada baik Pemerintah , masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat luas.

Sekretaris Panitia  Kegiatan, Kabid Kewaspadaan Dini dan Penanganan Konflik  Badan Kesatuan Bangsa  dan  Politik pada KESBANGPOL Kabupaten Sintang, Gusti M Fadli mengatakan tujuan  mensosialisasikan Perda  Kabupaten Sintang  Nomor. 4  tahun.2019  untuk mencgah dan menangulangi  penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Sintang.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved