Buka-Tutup Jembatan Kapuas II, Ari: Harga Sembako di Sintang Masih Stabil

Harga cabai merah saat ini berkisar Rp 80 ribu per kilo. Sementara cabai hijau, Rp 65 ribu.

Buka-Tutup Jembatan Kapuas II, Ari: Harga Sembako di Sintang Masih Stabil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ AGUS PUJIANTO
Sejumlah warga sedang berbelanja sembako di Toko Sarinah. Imbas jembatan kapuas 2 di pontianak ditutup sementara, belum berdampak terhadap harga sembako di Kabupaten Sintang.  

Buka-Tutup Jembatan Kapuas II, Ari: Harga Sembako di Sintang Masih Stabil

SINTANG Penutupan Jembatan Kapuas II di Pontianak belum berdampak langsung terhadap harga Sembako di Kabupaten Sintang. Beberapa item Sembako belum mengalami kenaikan meski ada keterlambatan pasokan dari Pontianak.

“Harga masih normal, bang. Belum ada kenaikan,” kata Ari Prawira, pemilik toko Sarinah yang berada di Jalan Patimura.

Harga sembako seperti gula kata Ari masih stabil di angka Rp 13 ribu per kilogramnya. Begitu pula dengan telur dan minyak goreng.

Baca: VIDEO: Napi Diduga Dibunuh, Divpas Kemenkumham Kalbar Periksa Penghuni Blok B5

Baca: Pemkab Mempawah Terima Bantuan KUBE, RS Rutilahu dan Perbaikan Sarana Prasarana dari Pusat

“Minyak masih Rp 11 ribu. Telur satu butir Rp 1.300. Pokoknya semua harga masih stabil,” jelas Ari.

Ari mengaku mengetahui soal Jembatan Kapuas II ditutup sementara lantaran pemasangan Bracing (ikatan angin) sejak Minggu 13 Oktober hingga 20 hari kedepan.  

“Iya tahu jembatan di Pontianak ada perbaikan. Tapi memang belum ada kenaikan harga sembako,” ungkapnya.

Kebutuhan pokok sayur mayur di Pasar Junjung Buih juga belum ada mengalami kenaikan. Hanya saja, Cabe harganya masih tinggi di pasaran. Yang lainnya, harganya masih stabil.

“Cuma cabe yang harganya masih tinggi sebulan terakhir,” kata Melati pedagang sayur di pasar Jungjung Buih.

Kenaikan harga ditengarai disebabkan oleh kemarau tiga bulan terakhir. Harga cabai merah saat ini berkisar Rp 80 ribu per kilo. Sementara cabai hijau, Rp 65 ribu.

“Cabe hijau biasanya 40-50 ribu sebelum naik. Naik sebulan terkahir. Mungkin karena musim kemarau,” kata Melati.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved