Ribuan Ikan Mati Mendadak di Sungai Kapuas, Petani Temukan Hal Tak Biasa Pada Insang Ikan

Inilah kondisi alam Sungai Kapuas sewaktu-waktu berubah. Jadi ini adalah pengaruh alam dan biasanya terjadi pada musim kemarau

Ribuan Ikan Mati Mendadak di Sungai Kapuas, Petani Temukan Hal Tak Biasa Pada Insang Ikan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sejumlah ikan keramba milik petambak di tepian Sungai Landak, Gang Amal, Jalan Selat Panjang, Kalimantan Barat mati, Rabu (9/10/2019) siang. Kejadian ini sudah terjadi dalam tiga hari terakhir sehingga membuat kerugian bagi petambak mencapai Rp 30 juta. 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro menjelaskan, kematian ribuan ikan keramba tersebut diduga kuat akibat perubahan air Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Menurut data yang dihimpun pihaknya, lebih dari lima ton ikan petani keramba yang mati akibat perubahan kadar air tersebut.

Keramba masyarakat tersebar di tiga kecamatan yaitu, Pontianak Utara, Pontianak Timur, dan Pontianak Barat.

"Setelah kita data, lebih dari lima ton ikan milik petani keramba mati. Ada sebagian yang tidak bisa dijual sama sekali karena masih bibit ukuran 5-8 Cm," ucap Bintoro.

Lanjut disampaikannya kematian ikan ini ada tiga tahap, pertama bibit yang ukuran 5-8 Cm dan tidak bisa diselamatkan sama sekali oleh petani keramba.

"Mati total dengan jumlah 1,2 ton itukan masih bibit ini tidak bisa diselamatkan. Ini bibit yang baru ditaburkan sekitar satu bulan dan tidak bisa dikonsumsi," ucap Bintoro.

Selanjutnya tahap kedua ikan yang mati ukuran empat ons, namun masih bisa diselamatkan dengan menjual harga murah.

"Jumlahnya mencapai dua ton lebih dengan harga Rp 16-18 ribu perkilo dijual para petani keramba," jelas Bintoro.

Sedangkan ukuran diatas enam ons sudah kebal dan dapat diselamatkan. Harga jualnya juga masih stabil dengan harga diatas Rp25 ribu perkilo.

"Total semua dari jumlah yang mati, mencapai 5 ton dari tiga kecamatan. Sedangkaan yang tidak dijual sama sekali berjulah 1,2 ton karena masih kecil," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved