Adi Sulistiyanto Kolektor Kaset Pita, Berburu Hingga Keliling Eropa

Piringan Hitam berisi lagu W.A.S.P Grup Band Havy Metal Amerika yang dibentuk tahun 1977 oleh Blackie Lawles satu di antara 12 ribu kaset

Adi Sulistiyanto Kolektor Kaset Pita, Berburu Hingga Keliling Eropa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Adi Sulistiyanto menunjukan Piringan Hitam berisi lagu W.A.S.P Grup Band Havy Metal Amerika yang dibentuk tahun 1977 oleh Blackie Lawles satu di antara 12 ribu kaset “jadul”. Piringan hitam ini ia beli dari Belanda. 

Adi Sulistiyanto Kolektor Kaset Pita, Berburu Hingga Keliling Eropa

SINTANG - Piringan Hitam berisi lagu W.A.S.P Grup Band Havy Metal Amerika yang dibentuk tahun 1977 oleh Blackie Lawles satu di antara 12 ribu kaset “jadul” yang dikoleksi oleh Adi Sulistiyanto.

Album The Last Commad dalam piringan hitam berisi tiga lagu itu mungkin sangat istimewa bagi seorang kolektor kaset pita seperti Adi. Bukan karena isi lagunya yang sangat bermakna, tapi karena proses perjuangannya mendapatkan album band salah satu favoritnya.

“PH (Piringan Hitam) ini beli di Belanda. Harganya dulu 3 Euro, sekitar Rp 15 ribu. kalau di indonesia mahal,” kata Adi.

Piringan Hitam yang dibeli Adi saat keliling negara bagian eropa tersebut, tidak pernah diputar. PH tersebut hanya untuk pelengkap koleksi album Rock legendaris favoritnya. “Ini tidak pernah saya putar, karena tidak punya alatnya. Hanya untuk koleksi,” kata maniak kaset pita ini.

Baca: Koleksi Kaset Sejak SD, Ahli Gizi di Sintang Miliki Koleksi Kaset Pita Capai 12 Ribu

Baca: Fantastis, Kaset Game Super Mario Bros Langka Laku Dibeli Rp 1,4 Miliar

Baca: Polsek Serawai Razia Peredaran Kaset VCD Porno

Kolektor yang juga ahli gizi ini mempunyai 12 ribu koleksi kaset pita genre musik Pop Rock. Belasan ribu kaset itu dikumpulkannya sejak masih duduk di sekolah dasar.

Ayah dari empat anak ini menyebut, ada beberapa kaset pita yang ia beli dari luar negeri. “Ada yang di Singapura, dan negara bagian eropa. Di Singapore, sekarang susah. Paling satu atau dua saja. Pokoknya setiap kali ke luar negeri, kalau lihat koleksi album kaset belum lengkap, saya cari,” bebernya.

Kaset lawas yang dikoleksi Adi, harganya bervariasi. Kaset pita yang dibelinya bahkan seharga 1.500 perak, pada dekade 70-an.

Menurut Adi, ada beberapa tingkatan rilisan fisik kualitas audio. Piringan Hitam (PH) kata Adi, sangat sempurna audionya dan tidak akan lekang dimakan usia, dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Adi sudah kadung fanatik dengan kaset pita. Dia bahkan tak ingin kelain hati. Jangankan mendengarkan CD, lagu MP3 di Handphone saja dia tak punya.

“CD kurang begitu tertarik. CD terlalu sempurna bagi angkatan tua seperti saya. Kalau kaset atau piringan, itu lah khasnya. Telinga saya sudah terlanjut mendengarkan kaset sejak kecil, akhirya kaset yang pertama saya dengar album The Bes Quen,” aku ayah dari empat anak ini.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved