KRONOLOGI Kebakaran di Mempawah, Tauhida Sedang Mengantar Anak ke Sekolah

Dia pergi mengantar anaknya ke sekolah dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

KRONOLOGI Kebakaran di Mempawah, Tauhida Sedang Mengantar Anak ke Sekolah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kebakaran di Kampung Paoh, Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Selasa (8/10/2019). 

KRONOLOGI Kebakaran di Mempawah, Tauhida Sedang Mengantar Anak ke Sekolah

MEMPAWAH -Seorang wanita paruh baya bernama Tauhida (45) tidak pernah menyangka ketika pulang kerumah melihat bangunan yang selama ini dia tinggali menjadi arang, dan nyaris rata dengan tanah akibat ganasnya api kebakaran, Selasa (8/10).

Kebakaran yang menghanguskan rumah milik warga tersebut terjadi di Kampung Paoh RT 02 RW 01, Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, sekitar pukul 09.30 pagi WIB.

Saat peristiwa kebakaran tersebut, Tauhida bersama anaknya sedang tidak dirumah.

Dia pergi mengantar anaknya ke sekolah dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Baca: Kebakaran di Singkawang Timur, Pemilik Rumah Kaget Lihat Asap Hitam

Baca: BREAKING NEWS - Si Jago Merah Lahap Bangunan di Anjungan Melancar

Baca: BREAKING NEWS - Empat Unit Rumah Hangus Terbakar di Singkawang Timur

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, melalui Kanit Reskrim Polsek Anjongan, Ipda Imam Widhiatmoko menjelaskan kronologi awal peristiwa kebakaran tersebut.

Ipda Imam mengatakan, berawal dari keterangan saksi bernama Lola (35) yang saat itu sedang duduk di teras rumah korban sambil menunggu jemuran, dia mendengar ada bunyi kretek-kretek dari dalam rumah korban.

"Awalnya mendengar bunyi kretek-kretek, kemudian melihat ada api dan kepulan asap dari dalam tepat di bagian kamar korban, melihat itu dia sadar ada kebakaran dan langsung teriak minta tolong kepada warga setempat," ujarnya.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, dan menyiramkan air tempayan dengan ember.

Namun api semakin membesar melahap bangunan yang sebagian besar dalamnya bermaterial kayu.

"Mereka melaporkan ke Bhabinkamtibmas, yang kemudian meminta bantuan pemadam kebakaran, tidak lama kemudian datang petugas pemadam kebakaran dari Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh 3 unit dan pemadan kebakaran PT Djarum 2 unit yang berjibaku dengan api," terang Ipda Imam.

Ketika dilakukan penyelidikan awal, kata Ipda Imam, korban mengaku melihat asap kecil di dalam rumah sebelum pergi mengantar anaknya ke sekolah, dan rumah dikunci rapat oleh korban.

"Kita menduga kuat peristiwa kebakaran ini disebabkan karena korsleting listrik di dalam rumah korban, untuk sementara kita masih melakukan penyelidikan, meminta keterangan saksi-saksi dan memasang garis polisi di TKP," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved