Plafon Ambruk, BEM REMA IKIP PGRI Pontianak Nilai Gedung Kampus Kurang Diperhatikan

Mulai dari ruang perkuliah, ruangan program studi, ruangan pengembangan mutu, dan ruangan bagian administrasi pelayanan.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Suasana selasar IKIP PGRI Pontianak saat Plafon ambruk, kamis (3/10/2019). 

Plafon Ambruk, BEM REMA IKIP PGRI Pontianak Nilai Gedung Kampus Kurang Diperhatikan

PONTIANAK- Plafon selasar penghubung gedung rektorat dan gedung pembelajaran mahasiswa IKIP PGRI Pontianak ambruk karena rembesan air hujan yang masuk beberapa hari lalu.

Saat ditemui, Ketua BEM REMA IKIP PGRI Pontianak, Ansharudin mengatakan IKIP PGRI Pontianak merupakan kampus dengan desain bangunan yang menarik dan cukup berbeda dengan kampus lainnya.

Dimana terdiri dari tiga bangunan utama, bagian bangunan rektorat dan dua bangunan perkuliah.

Baca: Plafon Selasar Gedung IKIP PGRI Pontianak Ambruk

Baca: Kapal Mulia Santosa II Tabrak Dermaga Ferry Siantan, Dua Besi Penyangga Ambruk

Ada sejumlah 96 ruangan, dipergunakan untuk ruangan sekretariat, ruangan seminar skripsi 11 (sebelas) program studi dan ruang kelas perkuliahan.

"Dalam dua tahun terakhir, menurut pengamatan kami bangunan kampus memang kurang diperhatikan, mulai dari sisi perawatan dan pemeliharaan ," ujarnya saat ditemui di Kampus IKIP PGRI Pontianak, Kamis (3/10/2019).

Padahal kampus dengan jumlah mahasiswa ribuan, banguan perkuliahan merupakan suatu yang harus jadi perhatian karena Infrastruktur bangunan merupakan bagian paling penting untuk menunjang proses pelayanan, pembelajaran dan kegiatan perkuliah baik itu untuk mahasiswa dan untuk dosen serta pegawai birokrat kampus.

Mulai dari ruang perkuliah, ruangan program studi, ruangan pengembangan mutu, dan ruangan bagian administrasi pelayanan.

Namun mulai dari pergantian rektor baru tepatnya mulai dua bulan lalu, Inprastruktur dan bangunan kampus IKIP PGRI Pontianak akhir-akhir memang sedang dikenjot dalam hal perawatan dan pemeliharaan.

"Mulai dari pengecatan bangian, pemulihan irigasi, dan pembanguan lainnya guna memperindah pemandangan kampus," ujarnya.

Ia mengatakan pada tanggal 26 September 2019 lalu angin kencang juga menghantam bangunan kampu yang mengakibatkan beberapa ruangan di bagian lembaga pengembangan mutu bocor karena seng yang berterbangan dan mengakibatkan banjir dilantai dan parahnya banyak dokument-dokument penting yang basah.

"Dan hari ini kembali terjadi plapon di selasar kampus, tepat di depan pintu masuk rektorat bagian belakang juga jebol karena tidak mampu menahan tekanan air yang masuk dari atas dan membuat jalan menuju gedung perkuliahan sedikit terganggu," ujarnya.

Ia melihat akhir-akhir ini berkenaan dengan pembanguan, dan pemeliharaan kampus yang dilakukan juga banyak sekali masalah yang mengakibat bangunan kembali rusak parah.

"Kami menilai, hari ini pihak kampus terkesan sangat lambat dalam menangani permasalahan infrastruktur ini, mulai dari perawatan dan pemeliharaan gedung yang tidak dilakukan secara rutin dan pemantau sisi gedung yang rusak dan tidak segera ditangani," ujarnya.

Tentu kerusakan yang ada tidak hanya merugikan pihak kampus saja, tetapi mahasiswa juga dirugikan dengan kerusakan yang ada saat ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved