Breaking News

Kemenpora Optimistis Pemuda Kalbar Mampu Berinovasi di Sektor Kriya

Satu di antaranya di Sambas untuk Rekor MURI pembuatan meriam bambu terbanyak yakni 2018 meriam, itu dalam kegiatan Kirab Pemuda

Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI, Djunaedi, memberikan sambutan membuka Pelatihan Kreatifitas Pemuda Bidang Kriya, di Aula Fakultas Ekonomi Untan, Kamis (3/10/2019). 

Kemenpora Optimistis Pemuda Kalbar Mampu Berinovasi di Sektor Kriya

PONTIANAK – Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI, Djunaedi, menyebutkan Pelatihan Kreatifitas Pemuda Bidang Kriya 2019 bertujuan untuk memberdayakan para pemuda Indonesia dan Kalbar khusunya agar bisa maju, mandiri, produktif dan bisa sejajar dengan negara maju lainnya.

“Saat ini di Kalbar ada dua rekor MURI yang sudah diperoleh yang melibatkan pemuda-pemuda. Satu di antaranya di Sambas untuk Rekor MURI pembuatan meriam bambu terbanyak yakni 2018 meriam, itu dalam kegiatan Kirab Pemuda,” ujarnya saat membuka Pelatihan Kreatifitas Pemuda Bidang Kriya, di Aula Fakultas Ekonomi Untan, Kamis (3/10/2019).

Baca: KRONOLOGI Guru SMP Hukum Murid hingga Tewas, Ibu Korban: Pergi Sehat, Kembali Sudah Terbujur Kaku

Baca: Gelar FGD Bahas Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Sanggau

Lalu yang kedua, Rekor MURI di Mempawah yakni Festival Sahur-sahur yang melibatkan 200 peserta yang berpartisipasi di event akbar tersebut saat Bulan Ramadan lalu. Menurutnya, ini bukti bahwa di Kalbar banyak pemuda kreatif.

Melalui pelatihan Kriya 2019 ini, Kemenpora berharap dapat mendorong para pemuda untuk berani menjadi entrepreneur muda.

“Saya yakin untuk potensi kriya sangat bisa dikembangkan di sini. Kami lihat kalbar para pemuda cukup aktif bersemangat. Ini terbukti seperti kegiatan 2018 lalu ada Rekor MURI yang diraih. Sementara untuk ini kami bekerjasama dengan Dispora pemda setempat. Hasil dari program ini untuk memotivasi,” ujarnya.

Seni kriya merupakan satu di antara sub sektor yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dan sangat dekat dengan industri pariwisata. Dilihat dari materialnya, kriya meliputi segala kerajinan yang berbahan kayu, logam, kulit, kaca, keramik, dan tekstil.

Ketersediaan bahan baku material yang berlimpah dan kreativitas para pelaku industri menjadi faktor utama majunya subsektor ini.

Pelatihan Pemuda Bidang Kriya di Pontianak ini akan berlangsung selama dua hari. Beberapa peserta bahkan memboyong hasil kreativitas dalam bentuk produk. Ada pernak pernik berbahan dasar kulit durian, pokok telur, tas, hingga sandal refleksi kulit durian.

Djunaidi juga menyebutkan kreativitas pemuda menurut ekonomi kreatif itu ada 16 subsektor . Lima di antaranya adalah Kriya, Grafika, Fashion, Film, Music, Kuliner, IT dan lain-lain.

“Para pemuda di Kalimantan Barat sangat kreatif dan sangat semangat di dalam industri kreatif ini,” terangnya.

Dia menilai, minat pemuda untuk maju di industri kreatif ini sangat besar sekali. Tetapi jangan hanya bidang kriya saja yang di majukan tetapi juga di dalam bidang fashion ataupun di dalam bidang kuliner serta musik pun harus selalu ditingkatkan.

“Hari ini kami memberikan pelatihan kepada puluhan pemuda Kalbar dibidang kriya sehingga nantinya muncul pemuda yang kreatifitas dan terus berinovasi dibidang apa saja,” Djunaidi menjelaskan.

Kabid Kepemudaan Disporapar Provinsi Kalbar, Yulsius Jualang, mengatakan Pemprov sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan tersebut. Oleh karena sesuai dengan misi Gubernur Kalbar yang ingin mewujudkan masyarakat cerdas, sehat, kreatif dan inovatif.

“Harapan kami kegiatan serupa bisa terus digelar dan dalam kapasitas yang lebih besar dan dilakukan di daerah kabupaten kota lain atau bila perlu libatkan pemuda desa di pedalaman. Karena di Kalbar ini banyak sekali kerajinan yang dibikin ini harusnya bisa kita angkat,” kata Yulsius.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved