Advetorial

Meraba Nadi Sendiri Dapat Mencegah Penyakit Gangguan Irama Jantung

Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung dan stroke

Meraba Nadi Sendiri Dapat Mencegah Penyakit Gangguan Irama Jantung
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penyakti Stroke 

MENARI (Meraba Nadi Sendiri) Dapat Mencegah Penyakit Gangguan Irama Jantung Dokter Denso Darta Antonius

PONTIANAK - Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung dan stroke juga merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak dengan jumlah kasus yang semakin meningkat.

Penyebabnya adalah pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, makanan tidak sehat, kurang olahraga dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Hal-hal seperti ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gula darah meningkat dan berat badan berlebih hingga obesitas.
Tanggal 29 September, setiap tahunnya, seluruh dunia meperingati World Heart Day (WHD) atau Hari Jantung Sedunia.

WHD diperingati dengan promosi pentingnya cek kardiovaskular secara berkala untuk kesehatan jantung.

Kebanyakan orang hanya tahu sebatas serangan atau gagal jantung, dan gejalanya adalah nyeri dada.

Padahal ada beragam penyakit jantung dan gejalanya juga berbeda-beda, bahkan tidak terlihat atau terasa.

Baca: Baksos Xing Fu Berbagi Kasih, Bantu Pasien Stroke Hingga Penderita Infeksi Paru-Paru dan Jantung

Baca: HIV dan Serangan Stroke Dibalik Video Mesum Threesome Vina Garut! Dua Tersangka Lain Masih Buron

Baca: Penyakit Berbahaya Penyebab Kematian Ketiga Tertinggi di Dunia, Begini Cara Deteksi Dini Stroke!

Salah satu jenis penyakit jantung yang seringkali tidak disadari adalah gangguan irama jantung atau Fibrilasi Atrial (FA) karena kerap tidak menimbulkan gejala dan biasanya baru terdiagnosis saat muncul komplikasi.

FA merupakan kelainan irama jantung berupa detak jantung yang tidak beraturan, kadang lebih cepat dan lebih lambat. Hal ini dapat menyebabkan darah di rongga jantung tidak terpompa dan bekuan darah di jantung.

Jika bekuan darah ini terbawa dan menyumbat pembulu darah di otak dapat menyebabkan stroke.

Halaman
123
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved