Gubernur Kalbar Terima Kunker Mentri Utility Serawak Malaysia

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menerima kunjungan kerja dari Mentri Utility Serawak Malaysia yang berlangsung di Pendopo

Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur Kalbar, H Sutarmidji bersama Mentri Utility Serawak Malaysia, Dato Sri Stphen Rundi Anak Utom dan jajaran usai melakukan Kunker, di Pendopo Gubernur Kalbar , sabtu (28/9/2019). 

Gubernur Kalbar Terima Kunker Mentri Utility Serawak Malaysia

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menerima kunjungan kerja dari Mentri Utility Serawak Malaysia yang berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar, sabtu (8/9/2019).

Pada Kunker tersebut, Hadir Mentri Utility Serawak Malaysia, Dato Sri Stphen Rundi Anak Utom, Menteri Muda Utility, Datok DR Haji Abdul Rahman Bin Haji Junaidi beserta jajaran yang diterima langsung oleh Gubernur Kalbar , H Sutarmidji dan hadir pula beberapa Kepala Dinas Provinsi Kalbar.

Pada pertemuan tersebut usai melakukan diskusi bersama ada beberapa topik yang dibahas untuk membangun kerjsama antar negar.

Selain itu, Midji mengatakn sejauh ini Kalbar mempunyai 3 border dan tahun ini akan dibangun lagi 2 border, tahun depan ditargetkan selesai dengan total ada 5 border di Kalbar.

Baca: Tahun 2019 Gubernur Kalbar Siapkan 8000 Sambungan Listrik Gratis Bagi Masyarakat Kalbar

Baca: Kunker ke Pontianak, Mobil Kepresidenan Sudah Siap Jemput Jokowi

Baca: Tumunggung Adat Sri Aman Serawak Malaysia Adakan Lawatan Sejarah ke Pontianak

Ia mengatakan dibangun border ini untuk memajukan ekonomi di kawasan perbatasan karena belom maksimal bahkan ada yang belom mulai dan ini akan dilakukan kerjasama.

"Mungkin di sebelah di Malaysia pasarnya model gimana dan kita gimana jangan sampai sama . Kalau sama nanti tidak maju. Misalnya di Malaysia sudah jual buah kita bisa jual fashion atau tekstil," ujarnya.

Kemudian banyak produk pertanian dam perkebunan berasal dari Kalbar yang sebenarnya layak eksport cuma infrasturkturnya belum siap.

"Sehingga eksportnya bisa lewat Kucing karena ada penerbangan langsung ke Kuala Lumpur maupun Singapura
Ini nanti akan kita kerjasamakan ," ujarnya.

Kemudian karena Ibukota pindah ke Malimantan mungkin Kucing dan Kalbar dan lainnya pasti memerlukan kerjasama dan mengambil nilai tambah dari keberadaan pindahnya ibukota negara.

"Mungkin yang lebih untung kedutaan dan konsul negara asing yang bisa saja memilih Kucing sebagai Homebashnya," ujarnya.

Kemudian kemajuan dibidang pariwisata membuat Kalbar diuntungkan karena punya objek wisata sekitar 320 yang bisa terjual karena ibu kota pindah ke Kalimantan.

Satu diantaranya Pantai kawasan Temajok yang punya pantai bersih dan luas dan sangat jauh menang dibandingkan Bali dengan terumbu karang yang masih sangat bagus, serta ada penangkaran penyu dan lain sebagainya.

"Dengan Malaysia ada Telok Melano hanya 5 menit dari Rumah Tebalek . Itu potensi kedepan yang bisa dikerjasamakan . Kita akan tindak lanjuti juga dibidang pendidikan, kesehatan," ujarnya.

Selain itu, untuk energi Kalbar kedepan akan pasok listrik 200 Mega dari Serawak karena belum bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri ditambah kemajuan yang cepat dengan adanya pelabuhan Kijing

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved