KORBAN Gempa Ambon Mengungsi di Hutan dan Perbukitan Tanpa Perbekalan dan Tenda

Ribuan warga di Pulau Ambon memilih mengungsi ke hutan dan sejumlah perbukitan di desa-desa mereka pascagempa berkekuatan 6,8 magnitudo

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY
KORBAN Gempa Ambon Mengungsi di Hutan dan Perbukitan Tanpa Perbekalan dan Tenda 

Satu di antaranya adalah Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, bernama Narti Rumain.

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Maluku, Sartono Pinning, dosen IAIN Ambon tersebut menjadi korban akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). 

"Kami juga mendata dua warga lainnya yakni Djamila Lasaiba dan Gamar Assagaff sedang dalam perawatan karena tertimpa reruntuhan bangunan," ujarnya di kutip Kompas.com dari Antara, Kamis (26/9/2019).

Sartono mengatakan, telah berkoordinasi dengan semua potensi maupunTagana yang disebarkan untuk memantau situasi dan mengecek dampak lain guna mempertimbangkan langkah lebih lanjut sesuai tugas dan SOP.

"Kami juga mendorong dukungan tenda ke RSUD dr Haulussy Ambon untuk digunakan sebagai penampungan sementara pasien yang telah diungsikan di luar gedung," katanya.

Gempa sebelumnya dengan magnitudo 6,8 berpusat di 40 km timur laut Ambon Maluku, 43 km Tenggara Seram bagian Barat, 59 km Barat daya Maluku Tengah, 92 km timur laut Buru Selatan dan 2420 km timur laut Jakarta.

Gempa susulan kekuatan magnitudo 5,6 terjadi di timur laut Ambon, Maluku, pada 09.39 WIT setelah gempa gempa dengan magnitudo 6,8 terjadi pada 08.46 WIT.

Data BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.39 WIT dengan kekuatan magnitudo 5,6 dengan pusat gempa ada di kedalaman 10 kilometer di bawah laut dan berjarak 18 km sebelah timur laut Ambon.

Sebelum gempa bumi terjadi di Ambon, ternyata terjadi fenomena aneh di Kota Ambon seminggu sebelumnya.

Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

"Seminggu yang lalu terjadi fenomena alam yang tidak biasa di Kota Ambon," ujarnya dilansir Tribun Palu dari kanal Youtube Metrotvnews.

Fenomena aneh yang terjadi adalah adanya ribuan ikan yang terdampar dan mati di pinggir pantai.

"Dimana di pesirir pantai Leitimur Selatan di Kota Ambon terjadi proses fenomena alam dimana cukup banyak ribuan ikan yang mati dan terdampar di pinggir pantai," imbuhnya.

Lantas masyarakat mengkaitkan fenomena aneh tersebut dengan gempa yang terjadi hari ini.

"Dan karena fenomena ini nggak pernah terjadi jadi masyarakat di sekitar tempat menjadi panik dan menghubungkan dengan mungkin ada indikasi-indikasi terjadinya gempa," tuturnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved