1 Jam Dari Pontianak, Warga Teluk Bakung Belum Menikmati Listrik Selama 74 Tahun Kemerdekaan

Puluhan tahun warga Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya belum menikmati majunya pembangunan khususnya listrik

TRIBUN/FILE
Petugas memeriksa instalasi listrik pelanggan. Pentingnya menjaga instalasi listrik pelanggan yang menjadi tanggung jawab pelanggan dengan cara melakukan pemeriksaan instalasi secara periodik. 

1 Jam Dari Pontianak, Warga Teluk Bakung Belum Menikmati Listrik Selama 74 Tahun Kemerdekaan

PONTIANAK - Puluhan tahun warga Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya belum menikmati majunya pembangunan khususnya listrik yang saat ini sudah menjadi kebutuhan warga.

Masyarakat setempat sudah lama mendambakan akan tersambungnya desa mereka dengan aliran listrik. Padahal Desa Teluk Bakung dilalui Jalan Trans Kalimantan dan saat jarak dari ibu kita provinsi yaitu Kota Pontianak sekitar 1 jam perjalanan.

Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Desa Teluk Bakung, Ignasius Dundus mengatakan masyarakat sangat mendambakan aliran listrik dan adanya Pencangan Kampung KB menjadi harapan besar oleh warga setempat agar masuknya pembangunan.

"Desa Teluk Bakung ini telah dicanangkan sebagai Kampung KB pada 2018 lalu. Kami harap dengan pencanangan ini bisa membuat desa kami lebih baik dan masuk aliran listrik," ucap Ignasius saat memberikan sambutan, Kamis (26/9/2019).

Baca: VIDEO DRONE: Polresta Pontianak Amankan Sembilan Sawmill di Teluk Bakung Kubu Raya

Baca: Dirjen Gakkum LHK, Tetapkan UB Tersangka Kasus Karhutla 274 HA di Desa Teluk Bakung

Baca: Audiensi ke DPRD, IPDKR Kubu Raya Dukung Masyarakat Desa Teluk Bakung Perjuangkan Keadilan

Sambut itu disampaikan pada pertemuan dengan tema "melalui Kampung KB mari kita laksanakan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Guna meningkatkan kualitas hidup manusia yang memiliki karakter dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera".

Acara kali ini dihadiri langsung Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Kusmana, Kepala Dinas Kelurga Berencana Kubu Raya dan perwakilan pihak PLN.

Lanjut disampaikannya sudah beberapa tahun terakhir, masyarakat mengajukan permohonan untuk masuknya listrik. Bahkan saat ini sudah ada 777 orang yang mengajukan agar listrik dimasukan.

"Warga kami yang sudah mengajukan listrik ada 777 orang. Semoga dengan acara hari ini dan adanya Kampung KB bisa mendorong listrik masuk," harapnya.

Selama ini warga setempat hanya mengandalkan genset untuk penerangan, oleh sebab itu warga berharap listrik segera masuk. Adanya cara ini menjadi titik terang bagi warga setempat untuk menikmati aliran listrik.

Adanya kepastian dari pihak PLN bahwa 2020 akan masukanya listrik disambut baik. Apa yang telah diprogramkan harus direalisasikan, karena warga sangat menginginkan adanya listrik .

"Kami disini sudah mengajukan sejak 2007 tapi listrik belum masuk, kok jalan Trans Kalimantan tidak ada listrik dan kepengurusan administrasi juga terganggu, karena komputer selalu rusak karena jaringan genset itu tidak stabil," tambahnya.

Ia menegaskan tidak adanya aliran listrik, warga Teluk Bakung sampai menyatakan tidak menikmati kemerdekaan yang sudah 74 tahun ini.

"Kepastian dari pihak PLN yang akan memasang sambungan listrik pada 2020 tentu menjadi harapan besar warga kami disini. Karena sudah lama sangat menantikan," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved