Wisuda Terakhir, Akper Pemprov Kalbar di Sintang Siap Menuju Perubahan Status

Wisuda ini merupakan wisuda terakhir yang dilaksanakan oleh Akademi Keperawatan Pemprov Kalimantan Barat.

TRIBUN PONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Foto bersama seluruh lulusan Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada pelantikan dan pengambilan sumpah angkatan XVI tahun akademik 2018/2019, bertempat di Gedung Pancasila Sintang, Rabu (25/9/2019). 

Wisuda Terakhir, Akper Pemprov Kalbar di Sintang Siap Menuju Perubahan Status

SINTANG- Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Wisuda pelantikan dan pengambilan sumpah angkatan XVI tahun akademik 2018/2019, bertempat di Gedung Pancasila Sintang, Rabu (25/9/2019).

Wisuda ini merupakan wisuda terakhir yang dilaksanakan oleh Akademi Keperawatan Pemprov Kalimantan Barat.

Pelaksana Tugas Direktur Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Agus Hariono, mengatakan dengan situasi jaman sekarang memerlukan tingginya tingkat kesadaran dalam belajar.

Baca: Hadiri Wisuda Terakhir Akper Sintang, Bupati Ingatkan Soal Tantangan Dunia Kerja

Baca: Staff Ahli Pemprov Ingin Wisudawan Akper Jadi SDM yang Mampu Berdaya Saing

Akper senantiasa berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya baik tenaga pengajar dan mahasiswanya.

"Ada 3 hal yang sangat ditekankan dalam proses belajar di Akper Sintang ini, sikap, pengetahuan dan ketrampilan keperawatan," ujarnya.

Wisuda ini diikuti oleh 26 wisudawan dan 29 wisudawati yang merupakan wisuda yang terakhir.

Karna untuk selanjutnya, status Akademi Keperawatan ini tidak lagi berada dalam wewenang pemerintah daerah tetapi merupakan kewenangan pusat. Yang secara otomatis akan berubah status dan nama.

"Alih kelola dari Pemda ke kementerian. Nah nantinya kita akan diampu oleh Poltekkes Pontianak. Seperti Akper di Singkawang," ujarnya.

Akademi Keperawatan ini berdiri sejak tahun 2001 dan sejak dikonversi menjadi akademi, Akper Sintang telah meluluskan 1.465 alumni yang dinyatakan lulus oleh Dikti, dengan total 16 angkatan.

Agus juga menyampaikan jika dalam tahun 2019 mendapatkaan persetujuan dari Gubernur Kalimantan Barat, kementerian Kesehatan dan Bupati.

Maka pada ajaran baru tahun 2020 akan dibuka kembali penerimaan mahasiswa baru namun tidak lagi berada dalam pengelolaan Pemprov tetapi oleh Kementerian Kesehatan.

Tak lupa Agus berpesan agak para mahasiswa terus menimba ilmu.

Selain itu memaknai tugas sebagai perawat dengan mengerjakan pekerjaan secara profesi, empati, responsif, amanah, wibawa, adil dan terampil.

"jaga nama baik almamater dimana pun saudara bertugas kelak," tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati Sintang Jarot Winarno, staf ahli Gubernur Kalimantan Barat dan perwakilan dari OPD terkait serta sejumlah tokoh masyarakat Sintang. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved