VIDEO: Aktivis Eksponen 98 Harap Aparat Ambil Langkah Persuasif Amankan Demontrasi Mahasiswa

Satu diantara Aktivis Eksponen '98, Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M berharap pengamanan terhadap demontrasi mahasiswa

VIDEO: Aktivis Eksponen 98 Harap Aparat Ambil Langkah Persuasif Amankan Demontrasi Mahasiswa

PONTIANAK - Satu diantara Aktivis Eksponen '98, Zulfydar Zaidar Mochtar, S.E., M.M berharap pengamanan terhadap demontrasi mahasiswa di DPRD Provinsi Kalbar dilakukan secara persuasif sehingga dapat berjalan dengan baik dan tidak terdampak kedepannya.

"Setelah melihat kejadian didaerah lain terjadi bentrok mahasiswa dipukuli, saya berharap di Pontianak dapat dilakukan secara persuasif. Jangan memancing menimbulkan bekas yang menjadikan reaksi berikutnya, yang terjadi di Jakarta dan Medan adalah reaksi," jelasnya, Rabu (25/09/2019).

Ketua forum mediasi Indonesia ini pun mengapresiasi jumlah massa yang menggelar demokrasi kali ini.

"Saya mantan aktivis 98, ketua mahasiswa pergerakan di Kalbar yang ada di Jakarta, 60 ribu mahasiswa turun ke jalan untuk mendukung reformasi, tapi kali ini saya lihat anak-anak mahasiswa sopan, baik dan jelas, serta menyampaikan aspirasi dengan tata krama yang baik," tururnya.

"Saya juga mantan mahasiswa dan pergerakan, mungkin kawan lain melihatnya miris, sekarang kita tempatkan dudukan sebaik-baiknya. Kita juga mediator konflik, jangan sampai reaksi terhadap ini terdampak macam-macam," timpal Anggota DPRD Pontianak ini.

Baca: Gelar Aksi di Kantor DPRD Kalbar Peserta Aksi Tulis Pesan Kocak Namun Menohok

Baca: Momen Tahun Baru Islam, Rahmat: Aktivis Melayani Bukan Dilayani

Baca: DPRD Kalbar Sepakat Tolak RUU KPK dan RKUHP, Siap Sampaikan Aspirasi Mahasiswa ke Pusat

Lebih lanjut, diharapkannya usai demontrasi pun dapat berjalan dengan lancar.

"Saya berharap anak-anak diberi ruang, diarahkan, batas jam 6 nanti pun diarahkan dengan baik, jangan menimbulkan konflik dan reaktif, bagaimana caranya saya yakin pihak keamanan sudah mengerti kondisi dan situasi," harap dia.

Pendapat ini disampaikan, kata dia, supaya tidak terjadi kejadian dalam bentuk negatif dikemudian hari.

"Ini hanya mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan baik dan santun, jumlah yang besar, dan saya apresiasi dan salut dengan ini," bebernya.

Terlebih aksi demontrasi, kata dia, juga diminta oleh Presiden Jokowi, sehingga pemerintah akan mengkaji apa yang terjadi dimasyarakat.

"Pola take and gift atau pola terbuka disampaikan dua pihak ini sudah baik, pihak penengah atau pengaman harus bisa menguasai," tutupnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved