Puskesmas Gg Sehat Menuju Akreditasi Bintang Lima

Untuk tahun ini, terdapat dua puskesmas di Kota Pontianak yang akan melakukan reakreditasi puskesmas.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
TRIBUN PONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono melihat Virtual Hologram Assitant yang dipasang di Front Puskesmas Gg Sehat Pontianak Selatan. Rabu (25/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menargetkan ada puskesmas di Kota Pontianak yang mendapatkan akreditasi paripurna dengan nilai bintang lima. Nilai paripurna atau bintang lima adalah penilaian tertinggi dalam akreditasi Kemenkes untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Untuk tahun ini, terdapat dua puskesmas di Kota Pontianak yang akan melakukan reakreditasi puskesmas. Yakni Puskesmas Gg Sehat Pontianak Selatan dan Puskesmas Kampung Bangka, Pontianak Tenggara.

Sebelum dilakukan penilaian oleh Tim Surveyor di Puskesmas Gg Sehat, Edi Kamtono juga memantau seluruh ruang pelayanan Puskesmas Gg Sehat. Mulai dari meja recepcionis, IGD, ruang bersalin, dan Poli umum pelayanan rumah sakit.

"Tadi sudah saya tinjau. Termasukruang perawatan dan ruang pelayanan lainnya. Ternyata puskesmas di Gg Sehat sudah sangat luar biasa, baik dari segi peralatan fasilitas kesehatanya, sistim layanan, dan inovasi-inovasinya," ujarnya saat meninjau pelayanan Puskesmas Gg Sehat dan penyambutan Tim Surveyor Reakreditasi Puskesmas, Rabu (25/9).

Baca: Prof M Nuh Hadiri Seabad Pers Kalbar

Baca: Indosat Ooredoo IDCamp Roadshow Pontianak, Siapkan 10 Ribu Beasiswa Coding

Edi menuturkan dari semua sistim pelayanan yang telah dilakukan oleh Puskesmas Gg Sehat, dirinya optimistis bisa mendapatkan predikat paripurna dan mendapatkan akreditasi bintang lima. Sehingga tentunya dapat dijadikan role model bagi puskesmas lainya di Kota Pontianak untuk direplikasi.

"Kalau ini sudah baik, tentu akan dijadikan role model untuk dicontoh oleh puskesmas lainnya. Sehingga tidak usah susah, lihat saja Puskesmas Gg sehat," ujarnya.

Ia meminta seluruh pelayanan yang sudah ada saat ini dapat terus di tingkatkan untuk
memberikan pelayanan secara maksimal terhadap pasien yang datang berkunjung ke puskesmas.

"Saya lihat ruangan antrianya tadi sejuk, antreanya tertib karena sudah menggunakan mesin antre, taman bersih sehingga masyarakat yang datang menjadi nyaman," ujarnya.

Ia menambahkan dari 23 puskesmas yang ada di Kota Pontianak seluruhnya sudah terakreditasi, tapi belum ada yang paripurna. Namun hal tersebut, dikatakan Edi menandakan bahwa layanan kesehatan di Kota Pontianak sudah memenuhi standar sesuai UU Nomor 44, tentang kesehatan.

"Kita akan terus menjaga layanan, terutama dalam pelayanan kesehatan agar tetap prima. Jangan sampai jika sudah dapat paripurna justru pelayanan menurun," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Gg Sehat Pontianak Selatan Nuzulisa Zulkifli mengharapkan dapat meraih akreditas dengan nilai paripurna. Hal tersebut berarti terdapat peningkatan dari sebelumnya yang masih madya menjadi paripurna.

"Kami ingin meraih nilai predikat sebagai peraih akreditasi paripurna. Jadi tingkatan yang paling tinggi itu adalah paripurna dengan segala kualitas layanan yang telah diberikan kepada masyarakat," ujarnya sesaat usai mendampingi Wali Kota Pontianak Menijau Layanan Puskesmas Gg Sehat.

Nuzulisa menuturkan, pihaknya telah membuat ‘Sekodi Inovasi’ yang diharapkan bisa meningkatkan drajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gg Sehat Pontianak Selatan.

Satu satu Sekodi Inovasi tersebut dipaparkan Nuzulisa adalah dengan berusaha mewujudkan puskesmas ‘kekinian’ atau puskesmas ‘zaman now’.

"Kalau prinsip saya tidak ada lagi istilah puskesmas nine one one. Buka jam 9 pagi dan tutup jam 11 siang. Tidak ada lagi antrean yang lama di ruang tunggu yang panas, oleh karena itu kami fasilitasi kendala itu dengan inovasi kami," ujarnya.

Puskesmas Gg Sehat saat ini telah melayani sistem antrean online dan pengambilan nomor antrean kekinian yang berbasis IT.

Bahkan Nuzulisa mengklaim memiliki layanan inovasi terbaru dan mungkin satu satunya diterapkan di Puskesmas Seluruh Indonesia yaitu Virtual Hologram Assitant yang disingkat dengan Vitha Menyapa.

"Vitha Menyapa akan memberikan berbagai macam informasi dan memberikan arahan kepada pasien yang berkunjung. Sehingga mata rantai untuk penambahan SDM dapat diputus dengan Vitha," ujarnya.

Ia juga mengatakan Vitha tersebut juga bersifat interaktif. Jika tersambung dengan jaringan internet dan sedang online kemudian ada pasien yang bertanya berkaitan dengan layanan puskesmas, maka jawaban akan langsung bisa diberikan ke pasien.

Dalam segi pelayanan medis, Nuzulisa memaparkan setiap satu bulan sekali akan ada satu dokter spesialis anak dan spesialis kandungan yang akan bertugas di Puskesmas untuk memberikan konseling dan pemeriksaan.

"Di sini memang tidak punya tenaga tetap untuk dokter spesialis. Akan tetapi kami telah menggandeng dokter spesialis anak dan kandungan untuk berkunjung sebulan sekali memeriksa dan memberikan konseling," pungkasnya.

Kewajiban

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menilai akreditasi rumah sakit bagi puskesmas menjadi kewajiban dan kebutuhan yang harus disiapkan.

Dikatakan kewajiban, terangnya, karena berdasar UU bahwa akreditasi bagi seluruh fasilitas kesehatan wajib terpenuhi, termasuk faskes Puskesmas.

"Proses akreditasi tentunya sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan menyelematkan pasien," ujarnya.

Bagi Dinas Kesehatan sendiri, bahwa akreditasi merupakan kebutuhan. Sebab beberapa faskes yang ada terdapat persaingan yang kompetitif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Faskes yang memberikan fasilitas kesehatan terbaik, maka faskes itulah yang akan survaiv," ujarnya.

Ia juga menjelaskan perbaikan mutu layanan dan proses re akreditasi itu tidak akan ada habis dan selesainya. Semua akan di proses secara terus menerus dan harus mengalami peningkatan.

"Hari ini baik mungkin saja besok tidak baik. Oleh karena itu akan terus kita perbaiki baik dari sistem layanan maupun manajerial. Harus ada continus improvment. Itu intinya, ada perbaikan secara terus menerus," ujarnya.

Lebih lanjut, Sidiq Handanu juga mengatakan seluruh Puskesmas di Kota Pontianak sudah terakreditasi. Namun memang belum ada yang mencapai nilai paripurna.

"Paripurna itu kan penilaian yang paling tinggi, dan itu bukan hanya dinilai pelayanan di dalam gedung. Akan tetapi juga harus memberikan pelayanan diluar gedung," ujarnya.

Sensor Gerak

Programer Virtual Virtual Hologram Assitant Puskesmas Gg Sehat, Muhammad Amin menjelaskan Virtual Hologram Assistant ini merupakan proyeksi figur atau tokoh yang bisa memberikan penjelasan materi visi dan misi rumah sakit.

"Di situ juga ada sensor gerak yang dapat merespon gerakan dari pengunjung ketika mendekat. Nantinya, akan bisa merespon dan menyapa," ujarnya.

Pada saat ini baru diprogram untuk penjelasan visi dan misi Puskesmas Gg Sehat Pontianak Selatan. Akan tetapi Kata Amin, bahwa nantinya Virtual Hologram Assistant tersebut akan bisa saling berinteraktif antara pengunjung dan kepala puskesmas.

"Nanti akan bisa saling berinteraksi," ujarnya.

Ia mengatakan selain Virtual Hologram Assistant, pihaknya juga merancang tombol SOS untuk memberikan masukan terhadap kepuasan masyarakat terhadap layanan Puskesmas, dan antrean sehingga dapat memudahkan pengunjung untuk mendapatkan nomor antrean.

"Setahu saya ini (Virtual Hologram Assistand.Red) baru pertama kali di Kalbar ada puskesmas yang punya layanan seperti ini atau bahkan di Indonesia. Beberapa daerah sebetulnya sudah ada menggunakan akan tetapi itu dibandara," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved