Polres Mempawah Lakukan Penyelidikan di Tiga Lokasi Kebakaran Lahan Milik Perusahaan

Kapolres mengatakan, lokasi yang disegel oleh Gakkum KLHK berbeda dengan lokasi yang mereka lakukan pengecekan pada Senin (16/9/2019) kemarin

Polres Mempawah Lakukan Penyelidikan di Tiga Lokasi Kebakaran Lahan Milik Perusahaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi bersama Forkopimda meninjau lokasi karhutla di lahan konsesi milik PT MAS di Kecamatan Jungkat, Senin (16/9/2019) kemarin. 

Polres Mempawah Lakukan Penyelidikan di Tiga Lokasi Lahan Terbakar Milik Perusahaan

MEMPAWAH - Pihak kepolisian dari Polres Mempawah sedang melakukan penyelidikan terkait adanya lahan konsesi milik perusahaan yang terbakar di Kabupaten Mempawah.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso mengatakan, berdasarkan hasil pantauan hotspot (HS) yang mereka terima, ada tiga lokasi perusahaan yang diduga lahannya terbakar, dan saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan terkait ke akuratan lokasi tersebut.

"Untuk perusahaan kami baru mau melakukan penyelidikan, berdasarkan dari hasil hotspot (HS) yang kami dapatkan, ada tiga perusahaan yang di wilayah konsesi nya ada titik api, PT MPL, PT MAS dan PT Brent Multidaya," ujarnya, Selasa (17/9/2019) kemarin.

"Kita akan lakukan pengecekan di lapangan dulu, lalu kita ambil titik koordinat, jika benar masuk ke lahan konsesi mereka, maka akan kita tindak lanjuti lebih dalam," tambahnya. 

Baca: Pemkab Mempawah Gelar FGD Bahas Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi

Baca: VIDEO: Wagub Kalbar Minta Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Bersinergi dengan Pemda

Sebelumnya, Tim Gabungan Gakkum KLHK telah melakukan penyegelan terhadap tiga korporasi di Kabupaten Mempawah yang lahannya terbakar, yakni PT MSL, PT MAS, dan PT SP.

Kapolres mengatakan, lokasi yang disegel oleh Gakkum KLHK berbeda dengan lokasi yang mereka lakukan pengecekan pada Senin (16/9/2019) kemarin, sehingga tidak ada sangkut pautnya terkait kewenangan penyelidikan.

"Kalau yang disegel Gakkum KLHK di PT MAS lokasi nya berbeda dengan yang kami segel sehingga tidak ada masalah dalam hal kewenangan. Kami tidak akan melakukan penyelidikan di tempat yang dilakukan penyegelan oleh Gakkum KLHK, tapi lidik perkara karhutla dengan titik HS yg berbeda, jadi kami dan Gakkum KLHK sama-sama jalan," jelasnya. 

Baca: Siswa-siswi Komunitas DOF Dari SMKN 1 Mempawah Hilir Bagikan 1500 Masker Untuk Pengguna Jalan

Baca: Sekretaris KNPI Mempawah Ingatkan Anggota Dewan yang Baru Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggung Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Hermansyah mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan lokasi yang di segel oleh Polres Mempawah di PT MAS. Diperkirakan kata dia, luas lahan yang terbakar disana sekitar 10 hektar.

"Luas lahan yang terbakar disana kita perkirakan sekitar 10 hektar, dan dari pihak Polres Mempawah sendiri akan melakukan penyelidikan dengan memanggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangan," tutupnya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved