Sutarmidji Bantah Tudingan Aktivitas Bertani Menjadi Penyebab Kabut Asap

Sutarmidji menambahkan jika ingin membuktikan kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh korporasi atau masyarakat

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji. 

Sutarmidji Bantah Tudingan Aktivitas Bertani Menjadi Penyebab Kabut Asap

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menepis tudingan jika aktivitas bertani menjadi penyebab kabut asap.

Ia mengatakan jika dilihat luas lahan yang dibuka oleh petani hanya satu sampai dua hektare. Namun yang terbakar saat ini bisa sampai ratusan ribu hektare dan hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh masyarakat peladang.

Sutarmidji menambahkan jika ingin membuktikan kebakaran hutan dan lahan disebabkan oleh korporasi atau masyarakat.

Maka dilihat dari luas lahan tanam padi di Kalbar hanya 217 ribu hektare. Namun untuk perkebunan jika satu kali terbakar bisa 900 hektare.

"Jika kita bandingkan data maka akan lebih banyak perusahaan," ujarnya.

Sutarmidji mengungkapkan dalam upaya menindak pelaku kebakaran hutan dan lahan. Masih ada oknum dinas tertentu di kabupaten yang berusaha melindungi perusahaan.

Upaya melindungi tersebut dikatakanya dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan informasi yang sengaja tidak valid.

Midji mengatakan ketika Kapolda Kalbar ingin meninjau lokasi perkebunan yang terbakar. Kemudian muncul upaya menghalangi dengan mengatakan lokasi susah dijangkau dan jauh.

Namun setelah di kroscek dilapangan hanya 15 menit sudah sampai.

"Ada oknum dinas di kabupaten takut untuk menindak perkebunan karena milik orang tertentu," ucap Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji saat di wawancarai usai pelantikan anggota DPRD Kota Pontianak di Hotel Kapuas Palace pada Senin (16/9).

Kemudian ketika sudah ditindak lalu muncul pembicaraan bahwa perkebunan tersebut milik orang tertentu.

Ia menegaskan dalam upaya menindak pelaku kebakaran hutan dan lahan jangan dilihat dari siapa pemilik perkebunan tersebut. Jika ada titik api dilokasi tersebut maka harus ditindak.

"Konsesi lahan semua ada koordinatnya tinggal dilihat di situ," tegas Midji

Midji menjelaskan kondisi saat ini tidak bisa dikatakan darurat asap. Karena pada malam hari kondisi sudah sedikit berkurang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved