Syafruddin Usman: Merah Putih Pertama Kali Berkibar Bebas di Angkasa Pontianak 16 September 1945

Informasi kemerdekaan Indonesia inipun bisa katakan diketahui secara tidak sengaja oleh tokoh pemuda Kalbar

Syafruddin Usman: Merah Putih Pertama Kali Berkibar Bebas di Angkasa Pontianak 16 September 1945
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-74 RI di kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Sabtu (17/8/2019). 

Syafruddin Usman: Merah Putih Pertama Kali Berkibar Bebas di Angkasa Pontianak 16 September 1945

PONTIANAK - Tanggal 17 Agustus 1945, Presiden pertama Indonesia Ir Soekarno bersama dengan Mohammad Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di hadapan ribuan warga masyarakat Indonesia di di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

Setelah pembacaan Proklamasi tersebut, berita kemerdekaan Indonesia pun menyebar ke berbagai wilayah Indonesia, namun karena teknologi informasi saat itu yang belum secanggih saat ini, membuat berita kemerdekaan Indonesia terlambat diketahui di beberapa daerah khususnya daerah di luar pulau Jawa.

Tahukan kalian kapan kemerdekaan Indonesia di ketahui warga Kalimantan Barat khususnya Pontianak?

Ketua Dewan Harian Daerah 45 Kalimantan Barat, Syafruddin Usman mengungkapkan bahwa Kemerdekaan Indonesia diketahui oleh warga masyarakat POntianak dan Kalimantan Barat terjadi pada hari Kamis Sore tanggal 15 September 1945.

Baca: Sekda Akui Penyajian Informasi Pemda Masih Ada Keterbatasan

Baca: Buka Acara Peresmian Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Wali Kota Pontianak Dorong Sosialisasi

Informasi kemerdekaan Indonesia inipun bisa katakan diketahui secara tidak sengaja oleh tokoh pemuda Kalbar yang saat itu berada di tempat kursus mengetik yang terletak di jalan Valem An Land, jalan Merdeka saat ini, yang saat itu merasa sedang menunggu ajal karena befikir akan di jemput oleh pasukan Jepang, mengingat tragedi Pembantaian Mandor terjadi sebelum waktu itu melalui siaran Radio Chanel Dan Fransisco.

"Di suatu sore, tangal 15 Semptember 1945 di satu sudut ruang di tempat kursus mengetik dan bahasa namanya Neraca, yang terletak di jalan Valem An Land atau jalan Merdeka saat ini, tidak jauh dari SMPN 1 Pontianak, disitu kumpul anak - anak muda, yang paling tua itu 21 tahun, mereka berkumpul untuk memastikan kapan diri mereka akan di jemput oleh Jepang, Karena memang sampai bulan Juni 1944 itu, Tokoh tokoh Kalimantan Barat itu satu persatu sudha di tangkapo Jepang, dan tidak pernah kembali, diyakini mereka di bunuh Jepang, jadi anak muda ini menanti kapan giliran mereka,"cerita Syafruddin Usman.

"Pada sore yang senyap itu, anak - anak muda ini Mendengarkan sesanyup santai Mendengarkan ulasan berita radio dari Chanel Dan Fransisco, yang menyatakan Indonesia, yang katanya tidak bisa membuat Sebatang jarum, ternyata pada tanggal 17 Agustus, hampir sebulan yang lalu sudah merdeka,"jelasnya.

Setelah Informasi Kemerdekaan Indonesia diketahui pada hari itu, euforia Kemerdekaan Indonesia pun cepat menyebar ke seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Pada tanggal 16 September 1945 pukul 10.00 WIB, di kawasan Padang Sayur Pontianak atau yang dikenal saat ini dengan lapangan Sepak Bola Kebun Sayur PSP Pontianak, yang pada dahulu kala memang merupakan lokasi kebun sayur masyarakat Tionghoa Pontianak.

"Disitu untuk pertama kalinya tanggal 16 September, pukul 10 pagi, siswa Cu Han Ga Kuo, atau sekolah pertukangan di Pontianak, namanya itu Abang Ahmad Dur, bersama dengan teman, rekan sekelasnya Ahmad Bavadal, mereka menggerek Bendera Merah Putih, tanpa disertai Hinoman, Hinoman itu bendera Jepang, Orang-orang Jepang, memandang dengan mata yang sayup, dulu mereka gagah, mereka berani menyembelihi orang - orang Pontianak, saat itu mereka hanya memandang sayup," tutup Syafruddin Usman.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved