Perbedaan Fenomena Langka Blood Moon, Supermoon, Blue Moon hingga Harvest Moon
Harvest Moon, fenomena bulan purnama langka yang diprediksi terjadi lagi di 2049 mendatang, bisa disaksikan di Indonesia 14 September 2019.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Ini karena banyak fase dan tipe Bulan kita.
Bulan purnama terjadi ketika sisi Bulan yang menghadap Bumi sepenuhnya diterangi oleh Matahari.
Tapi tahukah Anda bahwa tidak semua bulan purnama terlihat sama?
Terkadang, Bulan tampak bersinar merah.
Di waktu lain, Bulan mungkin tampak lebih besar dari biasanya di langit malam kita.
Bulan itu sendiri tidak berubah warna atau ukuran.
Perubahan penampilannya biasanya karena posisinya dalam kaitannya dengan Matahari dan Bumi.
Dilansir dari laman Space Place, berikut adalah deskripsi dari beberapa bulan purnama yang tidak biasa:
1. Blood Moon
Salah satu makna "Blood Moon" didasarkan pada cahaya merahnya.
Blood Moon ini terjadi selama gerhana bulan total.
Selama gerhana bulan total, Bumi berbaris di antara Bulan dan Matahari.
Ini menyembunyikan Bulan dari sinar matahari.
Ketika ini terjadi, satu-satunya cahaya yang mencapai permukaan Bulan adalah dari tepi atmosfer Bumi.
Molekul-molekul udara dari atmosfer Bumi menyebarkan sebagian besar cahaya biru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/perbedaan-fenomena-langka-blood-moon-supermoon-blue-moon-hingga-harvest-moon.jpg)