Penemuan Mayat Berlumuran Darah di Kapuas Hulu, Kapolres AKBP R Siswo Handoyo Berikan Penjelasan

Saiful terkejut dan langsung pergi memberitahukan tetangga disebelah rumah, bahwa ayahnya sudah meninggal dunia

Penemuan Mayat Berlumuran Darah di Kapuas Hulu, Kapolres AKBP R Siswo Handoyo Berikan Penjelasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Kapolres Kapuas Hulu AKBP R Siswo Handoyo ungkap kasus TPPO 

Penemuan Mayat Berlumuran Darah di Kapuas Hulu, Kapolres AKBP R Siswo Handoyo Berikan Penjelasan

KAPUAS HULU - Kapolres Kapuas Hulu AKBP R Siswo Handoyo menyatakan, penemuan seorang warga yang ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi berlumuran darah di Kapuas Hulu bernama Mustar usai 64 tahun.

"Korban ditemukan sudah meninggal dunia di dalam kamar rumahnya sendiri, di Jalan Kalimantan, RT14/RW03 (Teluk Barak) Kedamin Hilir Kecamatan Putussibau Selatan, Jumat (13/9/2919) pukul 21.48 WIB," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (14/9/2019).

Handoyo menjelaskan, korban meninggal dunia dikarenakan mengorok lehernya sendiri, menggunakan sebilah parang. Korban ditemukan pertama oleh anaknya sendiri bernama Saiful Bahri, saat pulang kerja lalu masuk kedalam rumah lewat pintu belakang, dengan membawa makanan nasi bungkus untuk ayahnya (korban). 

"Setelah sampai didepan pintu kamar ayahnya tersebut, Saiful Bahri melihat pintu kamar ayahnya terkunci dari dalam kamar. Kemudian beberapa kali memanggil-manggil ayahnya, namun tidak dijawab, setelah itu Saiful langsung membuka pintu kamar ayahnya dengan membuka kunci, yang hanya dengan palang kunci kayu yang terletak di bagian atas pintu kamar," ucapnya. 

Baca: VIDEO: Evakuasi Jenazah Korban Bersimbah Darah di Kapuas Hulu

Baca: Heboh! Seorang Warga di Kapuas Hulu Ditemukan Tewas Berlumuran Darah

Terus jelas Kapolres, setelah pintu kamar terbuka, Saiful Bahri melihat orang tuanya sudah meninggal dunia, dengan posisi terlentang dan terdapat luka robek sayatan di bagian leher.

"Mengeluarkan darah dari leher yang tergorok, pada bagian mulut, dada dan perut penuh dengan darah, serta kaki dalam keadaan terikat dengan menggunakan baju kaos, dan disamping tangan sebelah kanan tergeletak sebuah parang," ujarnya.

Kemudian melihat kondisi ayahnya tersebut, Saiful terkejut dan langsung pergi memberitahukan tetangga disebelah rumah, bahwa ayahnya sudah meninggal dunia, serta pada waktu itu juga melihat abang kandungnya Sapardi langsung diberitahu kalau ayahnya bunuh diri. 

Baca: KRONOLOGI Oknum TNI Tembak Driver Taksi Online, Mayat Diseret & Diturunkan di Pinggir Jalan Tol

Baca: BREAKING NEWS - Warga Desa Kuala Mandor A Geger Penemuan Mayat di Area Pemakaman

"Lalu Sapardi bersama Saiful dan tetangga langsung pergi kerumah, untuk melihat ayahnya yang berada didalam kamarnya dengan keadaan sudah meninggal dunia atau menjadi mayat. Kemudian salah satu warga setempat menghubungi personil Polsek Putussibau Selatan, dengan memberitahukan kejadian tersebut," ungkapnya.

Pada pukul pukul 01.30 WIB, korban dibawa ke RSUD Achmad Diponegoro Putussibau, menggunakan Ambulance Polres Kapuas Hulu, untuk dilakukan Visum Et Revertum, dan hasil VER akan keluar pada hari Senin tanggal 16 September 2019.

"Korban sudah dilakukan proses pemakaman oleh pihak keluarga di Pemakaman umum di daerah Teluk Barak," ungkapnya.

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved