Wali Kota Edi Kamtono Ungkap Pontianak Butuh 3.500 Rumah Tiap Tahun, Apresiasi REI Expo Kalbar 2019

Industri properti dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global termasuk ketersedian lahan dan di kota Pontianak kurang lebih 36 persen tanah kosong.

Wali Kota Edi Kamtono Ungkap Pontianak Butuh 3.500 Rumah Tiap Tahun, Apresiasi REI Expo Kalbar 2019
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan kata sambutannya saat pembukaan REI Expo Kalbar 2019 di PCC, Pontianak, Rabu (11/9/2019) malam. REI Expo Kalbar 2019 diikuti 128 stan, 61 stan di antaranya adalah stan developer. REI Expo berlangsung sejak 11-15 September 2019. 

Wali Kota Edi Kamtono Ungkap Pontianak Butuh 3.500 Rumah Tiap Tahun, Apresiasi REI Expo Kalbar 2019

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Kamtono mengapresiasi Real Estate Indonesia (REI) Expo Kalbar 2019 yang berlangsung di Gedung Pontianak Convention Center (PCC) pada Rabu (11/9) malam.

Gelaran expo yang berlangsung selama lima hari ini dihadiri oleh Wali Kota Pontianak, Wasekjen DPP REI Bidang Infrastruktur dan Sarana Prasaranan Umum, Ketua DPD REI Kalbar, Dewan Penasihat REI Kalbar, sponsor utama, pihak perbankan yang menjadi sponsorship, notaris dan para pengunjung.

Ketua DPD REI Kalbar Muhammad Isnaini mengungkapkan dalam expo kali ini terdapat 61 stan developer dari 80 perusahaan dan sebanyak 3.550 unit rumah yang dijual, selain stan properti REI Expo juga memiliki lima stan perbankan dan delapan stan instansi pemerintahan. 

Baca: FOTO: Suasana Pembukaan REI Expo Kalbar 2019 di Pontianak

Baca: Pagelaran REI Expo Kalbar Bertabur Hadiah Tiap Hari

"Untuk REI Kalbar sendiri, memiliki stok sebanyak 13 ribu unit hingga tahun 2023, kita selalu koordinasi dan mendata ulang stok rumah anggota REI," ungkap Isnaini pada Rabu (11/9) malam.

Wali Kota Pontianak Ir. H Esi Rusdi Kamtono MM MT menyampaikan di Pontianak kebutuhan akan rumah sebanyak 3.500 rumah pertahunnya dengan berbagai macam type.

Perijinan yang dikeluarkan oleh Pemkot pada tahun 2019 ini sebanyak 1400 perijinan perumahan.

Industri properti dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global termasuk ketersedian lahan dan di kota Pontianak kurang lebih
36 persen tanah yang masih kosong. 

Baca: Beli Rumah Dapat Hadiah Rumah di REI Expo Kalbar

Baca: Buka Stand di REI EXPO Kalbar 2019, Berikut Proses dan Biayanya

Namun harganya tinggi, sehingga untuk membangun rumah subsidi developer berpikir ulang.

"Tentunya saya sangat mengapresiasi kegiatan REI Expo semoga target transaksi dapat tercapai dan masyarakat dapat melihat sendiri perumahan yang diinginkan," ungkapnya saat memberi sambutan pada pembukaan REI Expo Kalbar 2019.

Menurutnya di era sekarang ini para pengembang telah berinovasi untuk mengembangkan desain yang menarik, hal ini dikarenakan para peminat perumahan berasal dari generasi milenial yang mengejar rumah seharga Rp 200-300 juta.

Ia menargetkan 95 persen saluran air bersih diKota Pontianak dapat teraliri dan saat ini telah mencapai 85 persen. Ia akan memberikan kemudahan untuk sertifikat layak fungsi pada para developer. (Rizki Fadriani)

Udate berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak  

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved