Forum Komunikasi Masyarakat Sintang Gelar Diskusi Terkait Dampak Kabut Asap

Sejatinya kegiatan tukar paham itu tidak hanya membahas mengenai permasalahan kabut asap tetapi berbagai isu menarik yang ada di Kabupaten Sintang.

Forum Komunikasi Masyarakat Sintang Gelar Diskusi Terkait Dampak Kabut Asap
TRIBUN PONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Peserta diskusi tukar paham FKMS di Canopy Center Sintang, Kamis (12/9/2019) sore. 

Forum Komunikasi Masyarakat Sintang Gelar Diskusi Terkait Dampak Kabut Asap

SINTANG- Forum Komunikasi Masyarakat Sintang (FKMS) mengadakan acara Tukar Paham Spesial Kentongan, dengan Tema Bumi Senentang Berselimut Kabut. Dilaksanakan di Canopy Center Sintang, Kamis (12/9/2019) sore.

Hadir dalam acara tersebut 7 narasumber diantaranya merupakan perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Sintang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang, Polres Sintang, dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah.

Ketua panitia kegiatan Suci Cisika Putri mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas mengenai permasalahan kabut asap yang melanda kabupaten Sintang.

Baca: Polusi Asap Kian Pekat, Daud Yordan Tetap Joging Subuh

Baca: Penerbangan di Bandara Tebelian Sintang Terganggu Kabut Asap, Maskapai Rugi Ratusan Juta Rupiah

Sejatinya kegiatan tukar paham itu tidak hanya membahas mengenai permasalahan kabut asap tetapi berbagai isu menarik yang ada di Kabupaten Sintang.

"Kegiatan tukar paham itu kan adalah kegiatan brandnya FKMS. Jadi tujuannya untuk kita tukar informasi tukar pengetahuan, pengalaman dan di sini tukar paham itu lebih ke diskusi interaktif," ujarnya.

Artinya dalam diskusi tersebut tidak hanya narasumber menyampaikan materi tetapi juga ada interaksi dari peserta.Dan juga agar generasi muda tidak acuh tak acuh terhadap permasalahan yang ada di daerahnya sendiri.

Diharapkan juga dengan mengikuti kegiatan tersebut para peserta tidak hanya mendapatkan informasi tetapi mereka juga mendapat motivasi dari narasumber, dan ketika termotivasi mereka dapat lebih peduli.

Namun dari kegiatan tersebut tidak sampai merencanakan aksi, yang artinya tidak ada tindak lanjut dari kegiatan tersebut tetapi diharapkan dari para peserta yang hadir nantinya dapat menindaklanjuti permasalahan yang dibahas saat itu.

Baik dengan mengadakan berbagai kegiatan, ataupun menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved