STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Terus Berbenah Menuju Perubahan Menjadi Universitas

STKIP Persada Khatulistiwa Sintang sedang mempersiapkan diri untuk bertranformasi menjadi Universitas pertama di Kabupaten Sintang.

STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Terus Berbenah Menuju Perubahan Menjadi Universitas
TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Mahasiswa dan Dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang saat melaksanakan upacara bendera. 

STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Terus Berbenah Menuju Perubahan Menjadi Universitas

SINTANG- STKIP Persada Khatulistiwa Sintang sedang mempersiapkan diri untuk bertranformasi menjadi Universitas pertama di Kabupaten Sintang. Begitulah yang disampaikan oleh Ketua Perkumpulan Badan Pendidikan Karya Bangsa sebagai Penyelenggara STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Lukman Riberu, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya dengan standar jumlah program studi (Prodi) yang ditentukan untuk sebuah Universitas. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang sudah memenuhi syarat, yakni dari syarat 5 Prodi, STKIP sudah memiliki 9 Prodi.

"Maka sekarang sedang dipersiapkan proposal nya, lalu kita minta rekomendasi, sementara itu kita mempersiapkan prasarana-prasarana semua sudah siap," ujarnya.

Tidak hanya 9 Prodi, rencananya STKIP Persada Khatulistiwa Sintang juga akan menambah beberapa Prodi baru. Jika nantinya sudah menjadi Universitas.

Baca: STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Laksanakan Kuliah Umum Bagi Sivitas Akademika

Baca: STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Mampu Hasilkan Sarjana Pendidikan Berkualitas

"Maka nanti akan ada Fakultas Kewirausahaan, Fakultas Farmasi dan ada Fakultas Teknologi Hasil Panen. Dan yang ini akan menjadi keguruan," ungkapnya.

Disamping menambah jumlah Fakultas, nantinya juga Lukman menjelaskan akan dibangun gedung Kampus yang baru. Dimana letaknya berada tepat dipinggir jalan raya dari arah Sintang menuju Pontianak.

Lukman juga menjelaskan sejauh ini persiapan sudah mencapai 30 persen. Menurutnya mengubah suatu Perguruan Tinggi menjadi Universitas itu tidak mudah. Sehingga butuh 2-3 lagi baru rencana tersebut akan terealisasi.

Adapun tantangan yang dihadapi dalam proses perubahan tersebut, menurut Lukman adalah kurangnya SDM, mempersiapkan prodi-prodi yang baru dan tahapan-tahapan yang harus dijalani. Yang jika di bulatkan, persiapan tersebut baru mencapai tahapan ketiga. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved