Minta Dukungan Warga Ketapang, Miss Earth Indonesia 2019 Temui Bupati Ketapang

Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani melakukan kunjangan ke Bupati Kabupaten Ketapang, Martin Rantan, Selasa (10/09/2019)

Minta Dukungan Warga Ketapang, Miss Earth Indonesia 2019 Temui Bupati Ketapang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani saat diterima Bupati Ketapang, Martin Rantan di Pendopo Bupati Ketapang. Selasa (10/09). 

Minta Dukungan Warga Ketapang, Miss Earth Indonesia 2019 Temui Bupati Ketapang

KETAPANG - Miss Earth Indonesia 2019, Chintia Kusuma Rani melakukan kunjangan ke Bupati Kabupaten Ketapang, Martin Rantan, Selasa (10/09/2019) sore di Pendopo Bupati.

Kunjungan Chintia ke Kabupaten Ketapang tersebut dalam rangka menjalin silaturrahmi kepada Pemerintah Daerah. Sekaligus menyampaikan keberhasilannya mewakili Ketapang dan Kalbar ke tingkat Nasional.

Sebelumnya, wanita kelahiran tahun 1997 ini berhasil meraih Mahkota dalam kontes kecantikan yang fokus pada kepedulian dan kelestarian lingkungan hidup (Miss Earth). Cici sapaan akrabnya yang mewakili Kalimantan Barat berhasil mengungguli 29 kontestan lain dari berbagai daerah se-Indonesia.

Baca: Gadis Kelahiran Pontianak, Cinthia Kusuma Rani Finalis Miss Earth Indonesia 2019

Baca: Sabet Miss Earth Indonesia 2019, Inilah 7 Fakta Menarik Cinthia Kusuma Rani Wakil Kalbar

Baca: Banyak Kegiatan, Ini Cara Miss Eart Eco Energy Indonesia Shania Dea Bagi Waktu

Saat diwawancarai Tribun, Cici mengaku, jika kunjungannya ke Pemda Ketapang, khususnya Bupati guna bersilaturrahmi. Selain itu, ia juga meminta dukungan dan support dari Pemda serta seluruh masyarakat Ketapang.

"Saya akan berlomba kembali mewakili Indonesia di Filipina Oktober mendatang. Saya meminta dukungan dan support dari Pemda serta masyarakat Ketapang untuk mewakili Indonesia ke dunia internasional," kata Cici yang merupakan Alumni SMAN 1 Ketapang, Selasa (10/09).

Sebagai Miss Earth Indonesia 2019, Cici berkomitmen memberikan kontribusi untuk daerah asalnya melalui komunitas peduli lingkungan hidup yang dibentuknya tahun 2014. Menurutnya, komunitas itu akan dapat menjaring seluruh generasi muda agar peduli dengan lingkungan.

"Sebelum menjadi Miss, saya sudah banyak melakukan kegiatan berkaitan dengan lingkungan hidup. Sehingga dengan terpilihnya sebagai Miss, maka akan lebih mudah menjaring generasi untuk peduli lingkungan," tuturnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved