Kabut Asap, Bupati Landak Keluarkan Surat Edaran Liburkan Anak Sekolah 4 Hari

Kabut asap yang masih terus melanda Kabupaten Landak, membuat Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengeluarkan surat edaran

Kabut Asap, Bupati Landak Keluarkan Surat Edaran Liburkan Anak Sekolah 4 Hari
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Surat edaran Bupati Landak tertanggal 10 September 2019 

Kabut Asap, Bupati Landak Keluarkan Surat Edaran Liburkan Anak Sekolah 4 Hari

LANDAK - Kabut asap yang masih terus melanda Kabupaten Landak, membuat Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengeluarkan surat edaran agar pihak sekolah meliburkan anak didiknya.

Dalam surat yang sudah beredar dan tertanggal 10 September 2019 tersebut, ditujukan kepada sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP, baik Negeri mau pun Swasta yang ada di Kabupaten Landak.

Dalam surat edaran tersebut terdapat empat poin, dimana pada poin menyatakan bahwa mulai tanggal 11-14 September dapat melaksanakan pembelajaran di rumah.

Poin kedua, jika kondisi udara semakin buruk maka libur bisa diperpanjang. Poin ke tiga, untuk informasi lebih lanjut terkait kondisi cuaca akan disampaikan melalui surat.

Baca: Kabut Asap Selimuti Kota Sanggau, Wabup Yohanes Ontot Pastikan Terus Pantau

Baca: Kabut Asap Selimuti Sanggau, Ini Wakil Bupati Yohanes Ontot Ungkap Hal Ini

Baca: Kondisi Udara di Pontianak Tak Sehat, Jarak Pandang Terganggu Kabut Asap

Sedangkan untuk poin ke empat, diminta kepada para kepala sekolah dan guru agar selalu mengikuti perkembangan cuaca, sehingga jika sudah dimungkinkan proses belajar mengajar dapat segera dilaksanakan.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Landak Marsianus Msi mengakui bahwa surat edaran dari Bupati Landak sudah diterima.

Kemudian dirinya pun menyampaikan surat edaran tersebut kepada para Kabid dan Kepala Sekolah yang ada di Kabupaten Landak mulai dari tingkat PAUD hingga SMP.

"Iya, mengingat asap semakin pekatJadi kita liburkan dulu. Kita harap pihak sekolah bisa mentaati dan menuruti surat edaran," terang Marsianus.

Kemudian Marsianus juga menjelaskan, bagi sekolah swasta yang anak didiknya tinggal di asrama jika masih melaksanakan belajar mengajar juga dipersilahkan.

"Tapi dengan catatan, saat jam istirahat tidak keluar ruangan. Artinya tidak banyak beraktifitas di luar ruangan," harap Marsianus.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved