RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau Raih Bintang Empat

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Achmad Diponegoro Putussibau berhasil lulus dengan predikat utama yakni, bintang empat

RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau Raih Bintang Empat

KAPUAS HULU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Achmad Diponegoro Putussibau berhasil lulus dengan predikat utama yakni, bintang empat, dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Penyerahan sertifikat telah lulus akreditasi utama diserahkan langsung oleh Ketua Eksekutif Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr. Sutoto, kepada Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau drg. Poltak Pandapotan Sianturi, pada tanggal 17 Juli 2019 kemarin, di Kantor Sekretariat Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Jakarta.

Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau drg. Poltak Pandapotan Sianturi menyatakan, pada tanggal 20-23 Mei 2019 lalu pihak KARS melakukan survei penilaian akreditasi rumah sakit di RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau.

"Kegiatan penilaian tersebut berlangsung selama empat hari, ada tiga bidang yang dilakukan penilaian dengan Standar Nasional Akreditasi RS Edisi 1, yaitu Bidang Manajemen, Bidang Keperawatan, dan Bidang Medis," ujarnya kepada wartawan, Jumat (6/9/2019).

Baca: RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau Ditargetkan Berstandar Nasional dan Internasional

Baca: Pemda Kapuas Hulu Akan Bangun RSUD dr Achmad Diponegoro Lebih Megah

Baca: Dukung Contac Center di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, Ini Pesan DPRD

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Zainudin menyatakan bawa pada bulan November 2019 RSUD Putussibau akan disurvei kembali terkait Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) Rumah Sakit tersebut.

"Permenkes nomor 12 tahun 2012 menyebutkan akreditasi rumah sakit adalah, suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit,
karena telah memenuhi standar yang ditetapkan," ujarnya.

Zainudin menjelaskan, tujuannya adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, yang mengutamakan keselamatan pasien. "Kebijakan ini berdasarkan Undang-undang nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit," ucapnya.

Menurutnya, melalui proses akreditasi ini rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitikberatkan, sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan.

"Terus menyediakan lingkungan kerja, yang aman dan efisien, sehingga staf merasa puas. Serta mendengarkan pasein dan keluarga mereka, menghormati hak-hak mereka, dan melibatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan," ujarnya.

Selain itu kata Zainudin, menciptakan budaya mau belajar dari laporan insiden keselamatan pasien, dan membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. "Kepemimpinan ini menetapkan prioritas, demi terciptanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatan," ungkapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved