Satgas Yonmek 643/WNS Amankan Pria Selipkan Sabu di Baju

Satgas Pamtas Yonmek 643/WNS serahkan seorang warga Jagoi Babang yang tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu

Satgas Yonmek 643/WNS Amankan Pria Selipkan Sabu di Baju
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satgas Yonmek 643/WNS amankan Pria selipkan Sabu di baju 

Satgas Yonmek 643/WNS Amankan Pria Selipkan Sabu di Baju

BENGKAYANG - Satgas Pamtas Yonmek 643/WNS serahkan seorang warga Jagoi Babang yang tertangkap tangan memiliki narkoba jenis sabu kepada pihak kepolisian sektor Jagoi Babang.

Seperti di ketahui sebelumnya pada hari Selasa (3/9) kemarin Personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti kepada warga pelintas batas berinisial KRS asal Jagoi Babang yang kedapatan membawa 0,6 gram paket sabu di perbatasan Jagoi Babang

Hal ini dikatakan Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto menuturkan pelaku diamankan saat melintas dari arah batas ke pusat Kecamatan Jagoi Babang sekitar pukul 13.30 WIBkemarin.

Pada waktu kendaraannya dihentikan, pelaku menunjukkan gerak gerik mencurigakan, kemudian dilakukan pemeriksaan kendaraan didapati satu set alat hisap sabu.

"Saat dilakukan pemeriksaan mendetail didapati pelaku membawa satu paket sabu kurang lebih seberat 0,6 gram yang diselipkan di celah jahitan bagian kaki celana yang dipakainya," kata Dansatgas Pamtas.

Baca: Taklimat Awal Wasrik It Koarmada I TA 2019 di Lantamal XII Pontianak

Baca: Rafael Suban Beding: Pentingnya Pengembangan SDM Yang Bermutu

Baca: Taklimat Awal Wasrik It Koarmada I TA 2019 di Lantamal XII Pontianak

Lanjut Dansatgas mengatakan, dari hasil pemeriksaan KRS mengakui bahwa sabu tersebut memang miliknya yang dia beli di wilayah Serikin (Malaysia-red) seharga Rp 300 ribu untuk dipakai sendiri. Belinya dari warga Serikin, inisial Bo.

"Untuk saat ini, pelaku sudah kami serahkan ke Polsek Jagoi Babang untuk proses lebih lanjut," ujar Dansatgas Pamtas.

Menyikapi temuan tersebut, Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto mengimbau kepada orangtua, keluarga dan lingkungan mesti lebih memperhatikan prilaku generasi muda. Perubahan prilaku generasi muda bisa saja menjadi petunjuk, ada sesuatu yang salah dalam pergaulannya.

"Orangtua, keluarga dan lingkungan tidak boleh abai jika menemukan perubahan prilaku dalam diri anak-anak dan pemudanya. Kalau ada indikasi pergaulan yang salah, cepat diingatkan, dibina jangan sampai terperosok terlalu dalam," sebut Dwi Agung.

"Pemuda adalah aset kita, aset bangsa yang harus dijaga. Pantau pergaulannya, siapa saja teman-temannya, bagaimana lingkungan pergaulannya, ingatkan terus tentang bahaya narkoba," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved