Bulan Agustus 2019, Polres Sintang Tetapkan 6 Tersangka Karhutla

Ia juga mengharapkan peran aktif dari Pemerintah Kabupaten Sintang dalam proses pembinaan masyarakat.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Mapolres Kabupaten Sintang 

Bulan Agustus 2019, Polres Sintang Tetapkan 6 Tersangka Karhutla

SINTANG- Berdasarkan keterangan Polres Sintang terkait kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada bulan Agustus 2019, sedikitnya terdapat 4 LP dengan 6 orang tersangka karhutla yang sudah berjalan namun tanpa penahanan.

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi saat ditemui di Polres Sintang, Rabu (4/9/2019) menerangkan, kasus Karhutla tersebut keenam tersangka tidak menjalani proses penahanan. Namun proses hukum tetap dijalankan dengan semestinya.

Dalam hal ini, AKBP Adhe Hariadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah selalu melaksanakan sosialisasi tentang bahaya Karhutla, dan kabut asap yang merupakan dampak dari Karhutla tersebut. Bahkan menurutnya sosialisasi tersebut sudah dilaksanakan sejak Februari 2019 lalu.

Baca: Satgas Gabungan Karhutla di Mandor Sisir Hutan dan Lahan

"Karhutla ini sangat berbahaya dan pastinya juga memiliki dampak buruk. Tidak hanya di masyarakat, tetapi juga pada pelaku pembakaran itu sendiri," ujar AKBP Adhe Hariadi

Ia juga mengharapkan peran aktif dari Pemerintah Kabupaten Sintang dalam proses pembinaan masyarakat. Sehingga nantinya dapat bercocok tanam tanpa harus membakar lahan.

Sedangkan dari keenam tersangka yang terbagi menjadi 4 LP tersebut diantaranya:

Pertama LP/123/VIII/RE.1.13/2019/KB/RES.STG TGL 09-08-2019. Jumlah kasus 1 dengan tersangka satu orang, dengan kornologi petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi kebakaran lahan pada hari Selasa (6/8/2019) sekitar pukul 20:00 WIB yang diduga di lakukan oleh saudara At. setelah dilakukan pengecekan ternyata api telah padam.

Kedua LP/124/VIII/RE.1.13/2019/KB/RES.STG TGL 10-08-2019. Jumlah Kasus 1 dengan tersangka 1 orang dengan inisial AS, dengan kornologi Terlapor membakar lahan miliknya seluas 0,5 Ha. Sekitar kurang lebih 1 jam terlapor menunggu hingga api padam.

Kemudian hari jumat (9/8/2019) sekitar pukul 11:30 Wib, Terlapor diberitahu istri terlapor bahwa lahan tersebut terbakar sekitar 2 hektare. Yang kemudian petugas mendatangi TKP dan mengambil beberapa sempel barang bukti dan kemudian di bawa kepolres sintang guna proses tindak lanjut.

Ketiga LP/127/VIII/RE.1.13/2019/KB/RES.STG TGL 12-08-2019. Jumlah Kasus 1 dengan tersangka 1 orang, yang berinisial MG.

Dengan kornologi, Terlapor menghidupkan api dengan 1 batang bambu, kemudian terlapor sulutkan ke tumbuhan yang kering pada beberapa titik hingga lahan tersebut terbakar.

Kemudian petugas menuju TKP dan mengambil beberapa sempel barang bukti dan terlapor untuk di bawa ke Polres Sintang guna proses tindaklanjuti.

Dan keempat LP/123/VIII/RES.1.13/2019/Kalbar/Res.STG/Reskrim, Tanggal 15 Agustus 2019.

Jumlah Kasus 1 dengan tersangka 3 orang, yang masing-masing berinisial DG, BN, dan DK. Dengan kornologi kejadian, Pada hari Rabu (14/8/2019) sekitar pukul 15:30 WIB ketiga terlapor  merencanakan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar di Dusun Kedebak Air Tabun Desa Panggi Agung Kec. Ketungau tengah kab. Sintang Kalimantan barat.

Yang mana lahan milik para terlapor masih 1 hamparan dengan luas lahan milik DG 1 hektare, DK 1 hektare dan BN ½ hektare. Para terlapor melakukan pembukaan lahan dengan cara pembersihan lahan terlebih dahulu dengan di tebas di lahan masing-masing.

Sekitar pukul 17:00 wib petugas kepolisian datang dan mendatangi terlapor yang pada saat itu sedang melakukan pembakaran. Petugas mengambil beberapa sempel barang bukti di tkp kemudian di bawa ke polres sintang guna proses lebih lanjut. (Marpina Sindika Wulandari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved